Kasus Ijazah Palsu Nurul Qomar Dilaporkan Sejak 2017, Ini Alasannya Berlarut-larut Kata Pihak UMUS

Pengacara UMUS Brebes, Jawa Tengah Tobidin Sarjum memberikan penjelasan mengenai ihwal kasus dugaan penggunaan ijazah palsu pelawak Nurul Qomar

Kasus Ijazah Palsu Nurul Qomar Dilaporkan Sejak 2017, Ini Alasannya Berlarut-larut Kata Pihak UMUS
Tribunnews
Nurul Qomar atau Qomar, komedian sekaligus politikus dan akademisi. Qomar tersandung kasus dugaan ijazah palsu. 

TRIBUNJABAR.ID, BREBES - Pengacara Universitas Muhadi Setiabudi ( UMUS) Brebes, Jawa Tengah Tobidin Sarjum memberikan penjelasan mengenai ihwal kasus dugaan penggunaan ijazah palsu pelawak Nurul Qomar, anggota grup lawak "Empat Sekawan" yang tenar di era 90-an.

Dikutip dari Kompas.com, Tobidin mengatakan jika pihak kampus melaporkan pelawak Nurul Qomar ke polisi sejak Desember 2017.

Kala itu, Qomar yang menjabat sebagai Rektor UMUS dan akan mewisuda sarjana, tak bisa memberikan ijazah S2 dan S3.

Qomar menunjukkan surat keterangan lulus (SKL) dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Namun, saat dicek, ternyata Qomar belum lulus dari UNJ.

"Padahal surat SKL atau ijazah dibutuhkan saat akan mewisuda," ujar Tobidin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (26/6/2019).

Pelawak Nurul Qomar Terseret Kasus Pemalsuan Ijazah S2 dan S3, Pengacara Sebut Ada Kesalahpahaman

Alasan Kasus Berlarut-larut

Menurut Tobidin, proses menjadi berlarut-larut hingga 2019 karena Qomar kurang kooperatif dan tidak memenuhi panggilan polisi.

Kampus UMUS sendiri, kata Tobidin, merasa dirugikan atas kasus ini.

Pertama, jika dipaksakan wisuda dilakukan oleh rektor dengan SKL palsu maka dikhawatirkan ijazah yang dikeluarkan juga cacat hukum.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved