Duit Korupsi Proyek Tembok Penahan Tanah di Tasikmalaya Diduga Mengalir ke Anggota Dewan

Dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan kepala desa Sukahening, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya

Duit Korupsi Proyek Tembok Penahan Tanah di Tasikmalaya Diduga Mengalir ke Anggota Dewan
tribunjabar/isep heri
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Sri Tatmala Wahanani jumpa pers kasus korupsi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan kepala desa Sukahening, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya mencium ada aliran dana yang mengucur ke anggota dewan.

Sebelumnya, Kejaksaan negeri (Kejari) Tasikmalaya menahan Kepala Desa Sukahening, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, Uwon Dartiwan.

Uwon diduga menyunat anggaran pengerjaan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tanah) di Lapang Jati Kampung Kujangsari.

Uwon Dartiwan setelah diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran bankeu 2017, kerugian negara sebesar Rp 878.747.654, bermodus adanya potongan dari pagu anggaran sebesar 30 persen.

Sehingga adanya angka kerugian pajak kurang bayar dan pekerjaan titik kegiatan fisik tidak sesuai standarisasi.

H-1 Putusan MK, Prabowo Subianto Tak Hadir dan Pantau di Kertanegara, Bagaimana dengan Jokowi?

Uwon Dartiwan tidak sendiri dalam menjalankan dugaan korupsinya itu, Kejari Tasikmalaya juga menetapkan Farid Gozali selaku anggota pelaksana teknis di tim pengelola kegiatan (TPK) proyek desa itu.

Sosok Farid merupakan orang luar Desa Sukahening, padahal jelas Sri, dalam aturan TPK harus bagian dari warga desa dimana kegiatan dilaksanakan.

Kepala Kejari Singaparna, Sri Tatmala Wahanani mengatakan pada pemeriksaan tersangka menyebut ada aliran dana yang disetorkan ke anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya.

"Katanya ada setor ke anggota dewan, melalui Farid," kata Sri, Rabu (26/6/2019).

Izin Dokter Berusia 80 Tahun Ini Dicabut Setelah Gunakan Sperma Miliknya untuk Membuahi Pasien

Saat ini tim penyidik, kata Sri tengah melakukan pendalaman mengenai keterangan tersebut.

"Saat ini kami masih melakukan penyidikan terhadap tersangka Farid dan kami dalami sejauh mana keterkaitan antara kedua tersangka dengan anggota DPRD tersebut," jelasnya.

"Mudah-mudahan pekan depan pendalaman kasus dugaan tipikor ini sudah tuntas," lanjut Sri.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved