Di Masjid Mako Polres, Tersangka Pencabulan Ini Nikahi Korbannya yang Sedang Hamil

AJS merupakan tersangka kasus pencabulan, sementara perempuan yang dinikahinya adalah ES (17), korban dari AJS

Di Masjid Mako Polres, Tersangka Pencabulan Ini Nikahi Korbannya yang Sedang Hamil
Dok.Humas Polres Magelang
Prosesi ijab kabul tersangka pencabulan dengan korbannya di masjid Mako Polres Magelang, Jawa Tengah, Selasa (25/6/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, MAGELANG - AJS (19) menikahi perempuan di Masjid Al Mustaqqim, kompleks Mako Polres Magelang.

AJS merupakan tersangka kasus pencabulan, sementara perempuan yang dinikahinya adalah ES (17), korban dari AJS.

Dilansir dari Kompas.com, proses ijab kabul yag dipimpin Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mungkid, Kabupaten magelang, berlangsung sederhana, Selasa (25/6/2019).

Prosesi ijab kabul pun disaksikan oleh keluarga kedua mempelai serta beberapa petugas Polres magelang.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Magelang Aiptu Esti Wulandari mengatakan, tersangka berurusan dengan polisi setelah diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur, warga Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Keluarga korban melaporkan tersangka beberapa waktu lalu karena tidak terima korban hamil.

Dugaan pencabulan itu mulai dilakukan oleh tersangka sejak akhir November 2018 dan dilakukan berulang kali sebanyak tiga kali di tempat berbeda.

"Atas perbuatan tersebut, korban hamil, kemudian keluarga korban melaporkan AJS ke Polres Magelang," kata Esti, Selasa.

Sejak pelaporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyidikan hingga akhirnya menahan AJS di Rumah Tahanan Polres Magelang.

Tidak berselang lama, tersangka dan korban mengajukan permohonan untuk melangsungkan pernikahan di Polres Magelang.

"Pihak keluarga kedua mempelai mengajukan permohonan melangsungkan pernikahan sehingga kami fasilitasi. Akan tetapi, proses hukum tetap berjalan dan tersangka AJS juga tetap harus kembali ke tahanan seusai menikah," kata Esti.

Atas kasusnya itu tersangka dijerat dengan Pasal 81 UU Nomor 17/2016 tentang penetapan Perppu Nomor 01/2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak. Tersangka terancam hukuman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Tak Ada Sumber Mata Air, Saat Kemarau Petani Desa Sinarancang Mundu Cirebon Dihantui Gagal Panen

Wali Kota Tri Rismaharini Dirujuk ke RSUD Dr Soetomo, Perlu Tindakan Medis Lebih Jauh

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tersangka Pencabulan Nikahi Korbannya yang Sedang Hamil"

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved