Celentung, Alat Musik Inovasi Warga Selaawi Garut, Terbuat dari Bambu

Mungkin masih asing mendengar alat musik celentung. Pasalnya alat musik itu memang baru dibuat pada November 2018.

Celentung, Alat Musik Inovasi Warga Selaawi Garut, Terbuat dari Bambu
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Para siswa SMK PGRI Selaawi, Garut memainkan alat musik celentung saat menyambut kedatangan mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan di Kantor Kecamatan Selaawi, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- "Bubuy bulan, bubuy bulan sangrai bentang" jadi sepenggal lirik yang dinyanyikan para siswa SMK PGRI Selaawi, Kabupaten Garut. Lagu itu dilantunkan untuk menyambut kedatangan para mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).

Lagu tersebut semakin istimewa karena diiringi instrumen musik bambu. Bukan angklung atau calung yang jadi alat musiknya, melainkan celentung.

Mungkin masih asing mendengar alat musik celentung. Pasalnya alat musik itu memang baru dibuat pada November 2018. Bentuknya mirip dengan mainan anak otok-otok atau etek-etek. Pencetusnya pun mengakui celentung terinspirasi dari mainan itu.

"Sejak 2016 saya ingin buat inovasi alat musik dari bambu apalagi di Selaawi memang jadi sentra bambu," ucap Camat Selaawi, Ridwan Effendi yang jadi pencetus ide di Kantor Kecamatan Selaawi, Rabu (26/6/2019).

Proses pembuatan celentung, diakui Ridwan, cukup panjang. Ia dan beberapa tokoh masyarakat dan seniman di Selaawi mengunjungi sejumlah sentra kerajinan bambu. Satu di antaranya Saung Angklung Udjo.

Bakso Aci, Jajanan Kaki Lima yang Kini Dikemas Lebih Menarik, Kunjungi Tempat Ini

Alunan Musik Angklung Warnai Sidang Paripurna Hari Jadi Majalengka

"Kami banyak bertanya dan konsultasi soal alat musik dari bambu. Banyak dapat masukan juga untuk pengembangan celentung," katanya.

Celentung harus dimainkan oleh beberapa orang untuk menghasilkan nada diatonis. Sama halnya dengan angklung. Bedanya angklung dimainkan dengan digetarkan sedangkan celentung dipukul.

"Satu angklung itu kan cuma bisa hasilkan satu nada. Kalau celentung itu bisa dua nada tapi masih dikembangkan," ujarnya.

Alat musik itu juga sudah masuk dalam rekor dunia saat Hari Jadi Garut setelah dimainkan oleh 206 orang. Kini Ridwan terus berupaya untuk mengenalkan celentung kepada masyarakat.

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved