Biaya Pernikahan Tinggi Berpotensi Buat Masyarakat China Bangkrut, Ini Penjelasannya

Wakil menteri pertanian dan pedesaan China, Han Jun, menyebut budaya menggelar pernikahan besar-besaran harus dihentikan.

Biaya Pernikahan Tinggi Berpotensi Buat Masyarakat China Bangkrut, Ini Penjelasannya
Intisari
Ilustrasi pernikahan 

TRIBUNJABAR.ID, BEIJING -  Wakil menteri pertanian dan pedesaan China, Han Jun, menyebut budaya menggelar pernikahan besar-besaran harus dihentikan. 

Menurutnya, biaya pernikahan yang besar dapat membuat warganya bangkrut dan menjerumuskan ke jurang kemiskinan.

Lebih berbahayanya lagi, kata Han Jun, beberapa warga di sejumlah daerah terlibat persaingan dalam menggelar pesta pernikahan.

Secara tradisi, keluarga pengantin pria diharapkan memberikan hadiah pernikahan kepada keluarga mempelai perempuan.

Pengakuan Mon, Korban Pernikahan Palsu dengan Orang Cina, Dijanjikan Emas, Ternyata Menyedihkan 

Menteri Han mengatakan, saat ini sebagian warga China menghabiskan uang hingga 100.000 yuan atau sekitar Rp 205 juta untuk biaya pernikahan.

Padahal, lanjut Han, pada 1990-an biaya pernikahan baru berkisar antara 10.000 yuan dan pada 70-an hingga 80-an hanya mencapai 200 yuan saja.

"Petugas kami kerap mendapati sejumlah keluarga menjadi jatuh miskin saat putra mereka menikah. Hal ini amat lazim di beberapa daerah," ujar Han.

Han melanjutkan, mahalnya hadiah pernikahan dan biaya untuk menggelar acara tradisional lainnya menjadi biaya terbanyak kedua yang dikeluarkan warga desa selain biaya membeli makanan.

"Para petani banyak mengeluh soal masalah yang terkait pesta pernikahan. Namun, mereka juga tak berani berubah karena tak ingin kehilangan muka," lanjut sang menteri.

Namun, He Yafu, seorang demografer asal Guangdong mengatakan, mahalnya biaya pernikahan di desa-desa terkait tak imbangnya rasio gender.

Halaman
123
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved