Tidak Terima Divonis Mati, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Meminta Hukuman Diringankan

Setelah dinyatan bersalah membunuh satu keluarga di bekasi dan divonis hukuman mati, Harris Simamora melalui penasihat hukumnya meminta majelis hakim

Tidak Terima Divonis Mati, Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi Meminta Hukuman Diringankan
KOMPAS.com/DEAN PAHREVI
Sidang lanjutan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga di Bekasi, Haris Simamora di Pengadilan Negeri Bekasi, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, BEKASI - Setelah dinyatakan bersalah membunuh satu keluarga di bekasi dan divonis hukuman mati, Harris Simamora melalui penasihat hukumnya meminta majelis hakim meringankan hukumannya.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Penasihat Hukum Harris, Alam Simamora, pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (24/6/2019).

"Kami selaku penasihat hukum terdakwa dengan segala kerendahan hati memohon kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara untuk dapat menjatuhkan putusan dengan hukuman pidana yang seringan-ringannya bagi terdakwa," kata Alam.

Polisi Sukabumi Bantu Sergap Tersangka Pembunuhan di Padang yang Buron 2 Tahun

Pihaknya menilai tuntutan jaksa tidak memiliki pembuktian yang kuat di persidangan.

Selain itu, tuntutan jaksa juga dinilai bertentangan dengan konstitusi negara yang tertuang pada Pasal 28 Huruf A UUD 1945 yang menyatakan, "Setiap warga negara memiliki hak untuk hidup, mempertahankan hidup dan kehidupannya".

"Di luar bukti saksi, sebenarnya penuntut umum tidak mampu untuk membuktikan apa pun lagi. Selain dari bukti surat yang hanya berupa Visum et Repertum yang sebenarnya telah ada pada saat tingkat penyidikan perkara," ujar Alam.

Sebelumnya, Harris Simamora dituntut pidana mati oleh jaksa saat sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Bekasi, Kota Bekasi, Senin (27/5/2019).

Jaksa menyatakan perbuatan Haris Simamora dengan membunuh dan mengambil barang korban tidak dibenarkan dan layak dijatuhkan pidana mati.

Dalam kasus ini, Haris didakwa membunuh satu keluarga Daperum Nainggolan di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 12 November 2018. Dia juga mengaku telah membunuh Daperum beserta istri dan dua anak Daperum.

(Kompas.com/Dean Pahrevi)

Pengusaha Ini Bunuh Diri Setelah Dinyatakan Bersalah Jual Minyak Ilegal ke Korea Utara

2 Tahun Kabur, Pelaku Pembunuhan Pelajar Gunakan Pedang di Padang Pariaman Ditangkap di Sukabumi

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved