Sidang Sengketa Pilpres 2019

Pendemo Bikin Rusuh di Depan Gedung MK, Kapolri: Polisi akan Membubarkan dan Menembak

Polisi mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di depan gedung MK. Jika terjadi kerusuhan polisi bisa menembak.

Pendemo Bikin Rusuh di Depan Gedung MK, Kapolri: Polisi akan Membubarkan dan Menembak
WARTA KOTA/henry lopulalan
UNJUK RASA-Ribuan massa Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/209). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu serentak 2019. WARTA KOTA/henry lopulalan 

Pendemo Bikin Rusuh di Depan Gedung MK, Polisi Tak Segan Menembak, Pakai Peluru Tajam apa Karet? Ini Kata Kapolri

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Hasil sidang sengketa Pilpres 2019 akan dibacakan pada sidang pleno Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (27/6/2019).

Polisi mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di depan gedung MK.

Jika masyarakat tetap melakukan unjuk rasa, polisi akan mengalihkan ke area di depan Patung Kuda, Jakarta.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengimbau masyarakat untuk tertib saat menghadiri sidang pleno putusan sengketa hasil Pemilu 2019 atau Pilpres 2019 di gedung MK.

Dia juga mengimbau para pengunjukrasa untuk tertib dan tidak membuat kerusuhan.

Jika kerusuhan terjadi, maka polisi akan membubarkan.

Prabowo & Sandiaga Uno Dipastikan Tak Hadir saat Putusan Sidang Sengketa Pilpres, Ini Alasannya

Tidakan polisi, kata Tito Karnavian, akan terukur. Awalnya polisi akan mengimbau massa untuk tertib.

Namun, jika upaya itu tak membuahkan hasil, polisi bisa menembak pengunjukrasa.

Apakah polisi dipersenjatai perluru tajam?

Halaman
123
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved