Pabrik Korek Api yang Terbakar dan Tewaskan 30 Orang Langgar Sejumlah Aturan, Apa Saja?

Tim pusat dan daerah telah menyelesaikan investigasi tahap awal pada pabrik yang berlokasi Desa Sabirejo, Binjai, Langkat, Sumatera Utara.

Pabrik Korek Api yang Terbakar dan Tewaskan 30 Orang Langgar Sejumlah Aturan, Apa Saja?
Tribun Medan
Sebuah pabrik mancis terbakar di Jalan T Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Binjai, Jumat (21/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -- Tim gabungan ketenagakerjaan menemukan enam pelanggaran di pabrik korek api milik PT Kiat Unggul, yang terbakar, pada Jumat lalu.

Tim pusat dan daerah telah menyelesaikan investigasi tahap awal pada pabrik yang berlokasi Desa Sabirejo, Binjai, Langkat, Sumatera Utara.

"Enam pelanggaran itu menjadi pijakan pengawas untuk menyelesaikan kasus ketenagakerjaan diperusahaan tersebut. Sikap pengawas jelas, tiap pelangaran harus ditindak,” kata Menteri Ketenagakerjaan, M Hanif Dhakiri, di Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.

Pertama, perusahaan tidak memberikan perlindungan kepada pekerja terkait kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan baik mental maupun.

Kedua, perusahaan didapati mempekerjakan pekerja anak atas nama Rina umur 15 tahun.

Ketiga, perusahaan belum membuat wajib lapor ketenagakerjaan untuk lokasi kejadian, di mana perusahaan tidak melaporkan keberadaan cabang dari perusahaan dari PT Kiat Unggul yang berada di Jalan Medan-Binjai KM 15,7, Kabupaten Deliserdang, kepada Dinas Ketenagakerjaan, sehingga keberadaannya tak tercatat oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara. Perusahaan masuk kategori ilegal.

Keempat, perusahaan membayar upah tenaga kerja lebih rendah dari ketentuan upah minimum Kabupaten Langkat.

Kelima, perusahaan belum mengikut sertakan pekerjanya dalam program jaminan sosial yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Warga melihat korban tewas pabrik korek api di Binjai yang menumpuk di satu ruangan, Jumat (21/6/2019).
Warga melihat korban tewas pabrik korek api di Binjai yang menumpuk di satu ruangan, Jumat (21/6/2019). (tribun medan)

“Hanya satu pekerja yang sudah didaftarkan pada BPJS Ketenagakerjaan, selebihnya belum,” ucap Hanif.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved