Breaking News:

Memasuki Musim Kemarau, Kantor SAR Bandung Lakukan Antisipasi Bencana Kekeringan

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, mengatakan, pihak Basarnas siap siaga selama 24 jam

Tribunjabar/Seli Andina Miranti
Kakansar Bandung, Deden Ridwansyah, melakukan pengecekan peralatan keselamatan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Memasuki musim kemarau, Kantor Pencarian dan Pertolongan SAR Bandung, mengaku, telah melakukan sejumlah antisipasi terkait potensi bencana dan kecelakaan akibat bencana kekeringan.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansyah, mengatakan, pihak Basarnas siap siaga selama 24 jam dan mengaku tidak mengenal musim peralihan dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya.

"Kami melakukan antisipasi sejak awal, disertai sejumlah peralatan serta personel," kata Deden di Kantor SAR Bandung, Jalan Raya Bandung-Garut, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Selasa (25/6/2019).

Untuk antisipasi, kata Deden, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait di Jawa Barat, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, dan Perum Perhutani.

Deden mengatakan, koordinasi tersebut dilakukan untuk mengetahui di mana saja lokasi rentan terdampak bencana kekeringan, sehingga dapat ditanggulangi sebelum meluas.

Ribuan Orang Antre dalam Bursa Tenaga Kerja di BIP Kota Bandung, Tersedia 4.000 Lowongan Kerja

"Di Jawa Barat ada beberapa hotspot yang mudah kebakaran," kata Deden.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau, diprediksi bakal terjadi pada Agustus hingga September 2019 mendatang, bakal terjadi dihampir seluruh wilayah di Indonesia.

Meski begitu, awal musim kemarau sudah berlangsung mulai dari Januari hingga Februari 2019, yakni di Aceh. Namun sebagian besar wilayah terjadi pada April 2019.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Herizal, mengatakan, musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan angin baratan (monsun Asia) menjadi angin timuran (monsun Australia).

"Masyarakat bahwa perlu diwaspadai wilayah-wilayah yang mengalami musim kemarau lebih awal dan mulai terjadi sejak April 2019," kata Herizal beberapa waktu lalu.

Ridwan Kamil Naik Motor Trail Keliling Desa di Majalengka, Pemilik Motor Akui Itu Motor Paling Jelek

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved