Sidang Sengketa Pilpres 2019

Mahfud MD: Kalau Ada Hakim MK Terima Suap, Tangkap Saja, Tapi Tak Mengubah Keputusan

Mahfud MD mengatakan hakim MK yang menyidangkan sengketa hasil Pilpres 2019 tidak akan kesulitan memutuskan permohonan 02 diterima atau ditolak.

Mahfud MD: Kalau Ada Hakim MK Terima Suap, Tangkap Saja, Tapi Tak Mengubah Keputusan
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan hakim MK yang menyidangkan sengketa hasil Pilpres 2019 tidak akan kesulitan untuk memutuskan apakah permohonan dari tim hukum pasangan Prabowo-Sandi diterima atau ditolak.

Sebab, dalam persidangan semua sangat gamblang dan mudah dipahami.

Banyak permohonan yang disampaikan oleh tim hukum Prabowo-Sandi di persidangan tak dapat dipenuhi dalil-dalil pembuktiannya.

Bahkan, butki fisik yang disebut sebanyak 12 truk, tak dibuka selembar pun.

Menurutnya, dugaan kecurangan baik secara kuantitatif dan kualitatif yang disampaikan tim hukum Prabowo-Sandi, sangat mudah dipahami para hakim MK.

Ketua MUI Jabar Ajak Masyarakat Hormati Hasil Putusan MK tentang Sengketa Pilpres 2019

"Tidak sulit untuk memahakmi, para hakim sedang meneliti narasi, tidak lagi mendebatkan bukti. Kita tunggu hasilnya," ujar Mahfud MD dalam wawancara program berita Kompas Tv, Selasa (25/6/2019).

Apa yang harus dilakukan pasangan Prabowo-Sandi dan Jokowi-Maruf Amin, berserta pendukungnya?

Mahfud MD mengatakan tak ada jalan lain, selain menerima dan taat kepada keputusan hakim MK.

"Sebab tidak ada jalan lain, kecuali jalan melanggar hukum," ujar Mahfud MD.

Menurutnya, keputusan hakim dalam sidang sengketa Pilpres 2019, bersifat mengikat dan selesai.

Halaman
1234
Penulis: Kisdiantoro
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved