Kasus Begal Payudara, Polres Purwakarta Sedang Dalami Video dan Minta Korban Melapor

Pada video berdurasi asli 19 detik tersebut tampak bahwa seorang wanita disentuh bagian dadanya oleh orang tidak dikenal di pinggir jalan.

Kasus Begal Payudara, Polres Purwakarta Sedang Dalami Video dan Minta Korban Melapor
capture video
Seorang pria yang diduga begal sedang beraksi di Purwakarta. Pria yang mengendarai motor warna merah itu tiba-tiba memegang payudara perempuan berkaos putih. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Handreas Ardian menyebut pihaknya sedang melakukan pengecekan terkait kasus pelecehan seksual yang videonya viral di sosial media (medsos).

Pada video berdurasi asli 19 detik tersebut tampak bahwa seorang wanita disentuh bagian dadanya oleh orang tidak dikenal di pinggir jalan.

Diduga aksi penjahat kelamin itu terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta beberapa hari lalu.

Handreas menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pendalaman terlebih dahulu terkait video itu.

"Kami masih lakukan pengecekan dulu terhadap video yang viral itu, termasuk memastikan TKPnya berada di wilayah hukum Polres Purwakarta," kata Handreas saat dikonfirmasi oleh Tribun Jabar melalui telepon, Senin (24/6/2019).

Meski telah viral, belum ada pihak yang melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut ke Polres maupun Polsek di Purwakarta.

Handreas meminta bagi yang merasa menjadi korban pelecehan seksual untuk segera melapor, agar segera bisa ditindaklanjuti oleh jajarannya.

Oleh karena belum ada yang melaporkannya, kini jajaran Satreskrim Polres Purwakarta akan mengecek keaslian kejadian itu.

Termasuk memastikan waktu dan tempat kejadian pelecehan seksual terhadap wanita yang diduga di Purwakarta.

Dia menjelaskan bahwa pelaku pelecehan seksual seperti pada video tersebut dapat diancam hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan.

"Pelaku terancam pasal 281 KUHP karena telah melanggar kesusilaan di muka umum atau tempat terbuka dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan," ucapnya menambahkan.

Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved