Islandia Jadi Negara Paling Ramah Pekerja Perempuan, India Tempati Peringkat Terendah

Islandia menjadi negara yang paling ramah terhadap pekerja perempuan. Hal itu didasarkan pada Indeks PwC Women in Work 2019 yang menunjukan posisi du

Islandia Jadi Negara Paling Ramah Pekerja Perempuan, India Tempati Peringkat Terendah
tribun sumsel
Ilustrasi karyawan 

TRIBUNJABAR.ID - Islandia menjadi negara yang paling ramah terhadap pekerja perempuan.

Hal itu didasarkan pada Indeks PwC Women in Work 2019 yang menunjukan posisi dua negara tidak tergantikan.

Islandia menempati posisi pertama yang diperkuat dengan pertumbuhan partisipasi kerja perempuan dan berkurangnya jumlah tingkat pengangguran perempuan.

Sementara, Swedia menempati posisi kedua salah satunya disebabkan oleh kebijakan cuti bagi orangtua (parental leave) yang mendorong laki-laki untuk mengambil waktu istirahat mereka.

Dilansir dari Kompas.com, 9 dari 10 negara paling ramah pekerja perempuan (yang tergabung dalam OECD) berasal dari Eropa.

Kuasa Hukum Paslon 02, Bambang Widjojanto Akui Tak Bisa Buktikan Kecurangan Pilpres 2019

Adapun posisi Norwegia yang sebelumnya berada di posisi lima teratas disingkirkan oleh Slovenia yang mengalami peningkatan jumlah perempuan di dunia kerja.

Selandia Baru, satu-satunya negara yang tidak termasuk dalam OECD pada indeks tersebut menempati posisi ke-tiga, posisi tertinggi yang pernah mereka capai selama ini.

Luxemburg dan Polandia juga mengalami peningkatan yang cukup pesat dengan semakin sempitnya kesenjangan upah gender serta semakin berkurangnya tingkat pengangguran perempuan dalam jumlah besar.

Adapun posisi Portugal, Amerika Serikat dan Australia merosot cukup tajam.

Portugal mengalami peningkatan kesenjangan upah gender, seentara Amerika Serikat dan Australia mengalami kemerosotan baik dari segi partisipasi kerja perempuan maupun jumlah pekerja penuh waktu perempuan.

PwC juga melihat kinerja dua negara non-OECD, yaitu China dan India.

China yang memiliki peringkat antara Slovakia (26) dan Jepang (27) ini memiliki kesenjangan pembayaran gender yang lebih besar dari rata-rata (di antara OECD) (25 persen) dengan proporsi yang relatif tinggi dari perempuan yang bekerja dalam pekerjaan penuh waktu (89 persen).

Sementara itu, India berada di posisi paling bawah indeks PwC dengan kesenjangan upah gender yang cukup besar (36 persen) (lebih tinggi dari negara OECD lainnya) dan tingkat partisipasi perempuan yang relatif rendah dalam angkatan kerja.

Jika India bisa meningkatkan tingkat pekerja perempuan hingga tingkat yang sama dengan Swedia (69 persen), India berpotensi meningkatkan penghasilannya hingga 7 triliun dollar AS atau 79 persen dari posisi PDB India saat ini.

(Kompas.com/Mutia Fauzia)

Waspada, Sering Buka Media Sosial Bisa Menyebabkan Rentan Frustasi dan Iri

Sebelum Beraktivitas, Cek Prakiraan Cuaca Tasikmalaya dan Sekitarnya Selasa 25 Juni 2019

Editor: Theofilus Richard
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved