Dinilai Semakin Provokatif, AS Beri Sanksi Pemimpin Tertinggi dan Para Petinggi Militer Iran

Pemerintahan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer negara itu.

Dinilai Semakin Provokatif, AS Beri Sanksi Pemimpin Tertinggi dan Para Petinggi Militer Iran
Sky News via Kompas.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri), dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. 

TRIBUNJABAR.ID, WASHINGTON - Pemerintahan Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah petinggi militer negara itu.

Langkah-langkah sanksi ekonomi yang bakal menghukum keuangan para pejabat tinggi Iran itu dikutip dari Kompas.com, Selasa (25/6/2019), ditandatangani Presiden AS Donald Trump di ruang kerjanya di Gedung Putih, pada Senin (24/6/2019).

"Langkah-langkah tersebut menjadi respons yang kuat dan proporsional terhadap tindakan Iran yang semakin provokatif," ujar Trump, yang menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menjadi peperangan dengan Teheran.

"Kami tidak meminta konflik. Kini semua tergantung pada respons dari mereka dan sanksi itu bisa saja berakhir besok atau sebaliknya bisa berlangsung selama bertahun-tahun," tambah Trump.

Iran Klaim Serangan Siber Amerika Serikat Terhadap Sistem Peluncuran Roket Sudah Gagal

Departemen Keuangan AS menambahkan juga akan memasukkan sejumlah nama petinggi Iran ke dalam daftar hitam, salah satunya adalah Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif, yang dikenal sebagai tokoh moderat sekaligus arsitek utama kesepakatan nuklir Iran 2015.

Sanksi keuangan juga ditujukan kepada delapan komandan utama dari pasukan militer elit, Garda Revolusi Iran, yang membidik aset senilai total miliaran dollar AS.

Sanksi yang secara spesifik ditujukan kepada pemimpin tertinggi Iran dan sejumlah petinggi militer negara republik Islam itu menyusul insiden penembakan jatuh sebuah drone pengintai AS di atas Selat Hormuz, pada pekan lalu.

Drone AS yang Ditembak Jatuh Iran Sudah Mengintai Sejak Mei 2019

AS sempat akan melancarkan serangan ke target Iran sebelum dibatalkan pada menit-menit terakhir oleh Trump.

Sebagai gantinya, Washington telah melancarkan serangan siber yang menargetkan sistem peluncuran rudal Iran.

Namun serangan siber itu diklaim Teheran telah gagal.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved