Petani Perlu Bantuan Pompa Air, Pemkab Bandung Janji Pinjamkan Pompa Air Secara Gratis

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan bahwa wilayah yang memerlukan bantuan air, pihaknya akan membantu de

Petani Perlu Bantuan Pompa Air, Pemkab Bandung Janji Pinjamkan Pompa Air Secara Gratis
tribunjabar/hakim baihaqi
sawah mulai mengering di Rancaekek, petani khawatir kesulitan air bersih di musim kemarau 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Petani di Kampung Rancakihiang, Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, mengharapkan adanya bantuan pompa air dari Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengaliri lahan persawahan.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah terjadinya bencana kekeringan akibat musim kemarau serta penggunaan air warna hitam pekat untuk pengairan lahan pertanian.

Seorang petani, Asep Awaludin (56), mengatakan bahwa pompa air digunakan untuk menyedot dari saluran drainase yang tidak terpapar oleh limbah, sehingga pada musim kemarau padi terbebas dari ancaman gagal panen.

Petani di Rancaekek Pasrah Kembali Gunakan Air Dari Sungai Cikijing Untuk Lahan Pertanian

Pompa air, kata Asep, hanya dimiliki oleh beberapa petani saja, sehingga sebagian petani terpaksa menggunakan air dari Sungai Cikijing yang berwarna hitam pekat.

"Tidak sanggup beli pompa, berharap saja sama pemerintah," kata Asep di Kampung Rancakihiang, Senin (24/6/2019).

Kepala Bidang Tanaman Pangan Distan Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania, mengatakan bahwa wilayah yang memerlukan bantuan air, pihaknya akan membantu dengan cara memompa sumber mata air di sekitar lahan tersebut.

Kalau pun tidak memiliki pompa, pihak Distan Kabupaten Bandung akan memberikan bantuan pinjaman alat pompa secara gratis.

"Tahun ini diprediksi kemarau tidak akan terlalu panjang seperti tahun lalu. Puncak kemarau diperkirakan di Juli-Agustus dan berakhir di September. Mudah-mudahan tidak ada yang sampai mengalami fuso seperti tahun lalu," katanya.

Ina mengimbau kepada para petani, tidak memaksakan menanam padi saat musim kemarau karena sumber air mulai terbatas di beberapa wilayah.

Petani diminta mengalihkan komoditas tanaman sementara waktu.

"Kalau ada sumber airnya tapi terbatas lahan harus tetap diolah, silakan misalnya untuk tanaman palawija atau komoditas hortikultura dataran rendah seperti cosin dan timun. Di samping umurnya pendek palawija tidak perlu membutuhkan banyak air," katanya.

Musim Kemarau, Harga Sayuran di Pasar Pagi Kota Cirebon Naik, Kacang Panjang Naik Tiga Kali Lipat

Sawah Mulai Kering, Petani di Rancaekek Khawatir Kesulitan Dapatkan Air Bersih di Musim Kemarau

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved