Petani di Rancaekek Pasrah Kembali Gunakan Air dari Sungai Cikijing yang Hitam Pekat untuk Sawah

Sejumlah petani di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, melakukan sejumlah antisipasi untuk mengurangi kesulitan air bersih

Petani di Rancaekek Pasrah Kembali Gunakan Air dari Sungai Cikijing yang Hitam Pekat untuk Sawah
Tribun Jabar/Hakim Baihaqi
Area persawahan di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin (24/6/2019). 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah petani di Desa Bojongloa, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, melakukan sejumlah antisipasi untuk mengurangi kesulitan air bersih yang kerap terjadi, akibat bencana kekeringan pada musim kemarau.

Satu di antara upaya yang sering dilakukan oleh para petani di Desa Bojongloa, yakni menggunakan air dari Sungai Cikijing yang pada musim kemarau saat ini berwarna hitam pekat.

Asep Awaludin (56), seorang petani di Kampung Rancakihiang, mengatakan, penggunaan air dari Sungai Cikijing yang berwarna hitam pekat tersebut, terpaksa akan dilakukan karena sulitnya mendapatkan air.

"Setiap tahun pakai air limbah, mau bagaimana lagi," kata Asep di Kampung Rancakihiang, Kabupaten Bandung, Senin (24/6/2019).

kondisi air Sungai Cikijing yang melintang didua desa, yakni Desa Bojongloa dan Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali berwarna hitam.
kondisi air Sungai Cikijing yang melintang didua desa, yakni Desa Bojongloa dan Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali berwarna hitam. (Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi)

Sawah Mulai Kering, Petani di Rancaekek Khawatir Kesulitan Dapatkan Air Bersih di Musim Kemarau

Ia mengatakan, meski padi yang tanam tetap hidup hingga masa panen, namun mengalami penurunan kualitas dibandingkan menggunakan air dari saluran drainase.

Asep menambahkan, saat menggunakan air dari Sungai Cikijing, tanah sawah tersebut kerap menjadi lumpur dan saat panen, tidak semua tanaman berisi bulir padi.

"Daripada gagal panen semua gara-gara susah air, mending pakai ini saja. Yang penting ada pemasukan," katanya.

Petani lainnya, Gofur (43), mengatakan, pada 2012, ia pernah mengalami kerugian besar, lantaran, semua padi yang ia tanam mati sebelum masa panen, akibat menggunakan air dari Sungai Cikijing.

"Waktu itu, air yang digunakan berwarna hitam dan bau. Dua bulan kemudian malah mati semua," katanya.

200 Hektare Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan, Padi Terancam Puso

Memasuki musim kemarau, kondisi air Sungai Cikijing yang melintang didua desa, yakni Desa Bojongloa dan Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali berwarna hitam.

Sungai yang merupakan anak Sungai Citarum ini, mulai menghitam sejak sebulan terakhir dan sering kali mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga semakin dikeluhkan oleh warga sekitar.

Selain berwarna hitam dan berbau tidak sedap, disepanjang aliran Sungai Cikijing pun ditemukan banyak sampah rumah tangga, yang diduga sengaja dibuang oleh warga atau pelintas.

Warga Kampung Ciherang, Desa Jelegong, Adang Mulyana (45), mengatakan, setiap musim kemarau, kondisi air di Sungai Cikijing selalu berubah menjadi warna hitam dan terjadi lebih dari 20 tahun atau saat berdirinya sejumlah pabrik di Jalan Raya Bandung-Garut.

"Pemandangan setiap musim halodo (kemarau), kadang-kadang berbusa juga," kata Adang di Kampung Ciherang, Senin (24/6/2019).

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved