Musim Kemarau, Air Sungai Cikijing di Rancaekek Kembali Menghitam

Sungai yang merupakan anak Sungai Citarum ini, mulai menghitam sejak sebulan terakhir dan sering kali mengeluarkan bau tidak sedap

Musim Kemarau, Air Sungai Cikijing di Rancaekek Kembali Menghitam
Tribun Jabar/ Hakim Baihaqi
kondisi air Sungai Cikijing yang melintang didua desa, yakni Desa Bojongloa dan Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali berwarna hitam. 

Laporan wartawan Tribun Jabar, Hakim Baihaqi

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki musim kemarau, kondisi air Sungai Cikijing yang melintang di dua desa, yakni Desa Bojongloa dan Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, kembali berwarna hitam.

Sungai yang merupakan anak Sungai Citarum ini, mulai menghitam sejak sebulan terakhir dan sering kali mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga semakin dikeluhkan oleh warga sekitar.

Selain berwarna hitam dan berbau tidak sedap, di sepanjang aliran Sungai Cikijing pun ditemukan banyak sampah rumah tangga yang diduga sengaja dibuang oleh warga atau pelintas.

Warga Kampung Ciherang, Desa Jelegong, Adang Mulyana (45), mengatakan, setiap musim kemarau, kondisi air di Sungai Cikijing selalu berubah menjadi warna hitam.

Hal tersebut, lanjutnya, sudah terjadi lebih dari 20 tahun atau saat berdirinya sejumlah pabrik di Jalan Raya Bandung-Garut.

"Pemandangan setiap musim halodo (kemarau), kadang-kadang berbusa juga," kata Adang di Kampung Ciherang, Senin (24/6/2019).

Warga pun mengaku, pada beberapa tahun lalu, warga sekitar pernah memanfaatkan air Sungai Cikijing untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci, namun tidak bertahan lama karena memberikan dampak negatif.

Adang mengatakan, saat beberapa kali memanfaatkan air Sungai Cikijing untuk kebutuhan sehari-hari, ia pernah mengalami permasalahan kesehatan, yakni iritasi dan infeksi.

"Kira-kira pas tahun 2005 saya pakai air sungai, tetapi sekarang tidak berani. Karena keliatan semakin parah," katanya.

Warga lainnya, Suryana (65), mengatakan akibat sungai yang berwarna hitam dan berbau tidak sedap itu pun, ia pernah menjalani perawatan medis pada 2010, akibat sering terpapar air dari Sungai Cikijing.

"Awalnya gatal biasa, setiap hari semakin kerasa sampai borok juga," katanya.

Orkestra di Tengah Hutan, Musiknya Mengalun Syahdu Tanpa Polusi, Bukan Menebang Tapi Menanam Pohon

Penulis: Hakim Baihaqi
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved