KPK Geledah Kantornya, Ini Kata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon

Saat kedatangan tim KPK ke kantornya, seluruh unsur pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon tengah melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

KPK Geledah Kantornya, Ini Kata Ketua DPRD Kabupaten Cirebon
Tribun Jabar/Siti Masithoh
Tim penyidik KPK yang melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Kabupaten Cirebon membawa sejumlah dokumen dimasukan ke dalam koper, pada Jumat (21/6/2019) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Masithoh

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa, menegaskan, kedatangan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI ke kantornya pada Jumat (21/6/2019) hanya untuk melengkapi kekurangan data atas kasus Bupati Bupati Cirebon Nonaktif, Sunjaya Purwadisastra.

"Kedatangan KPK ke DPRD masih berkaitan dengan kasus Pak Sunjaya. Sebab, kasus yang menjerat Pak Sunjaya masih belum inkrah. Jadi KPK hanya meminta data kelengkapan yang masih berkaitan dengan kasusnya Pak Sunjaya saja," kata Mustofa kepada Tribun, Senin (24/6/2019).

Dia mengaku tidak mengetahui secara detail beberapa berkas yang dibawa KPK RI.

"Mungkin masih kaitan dengan perda. Tapi kami tidak mengetahui dokumen apa saja yang dibawa selain itu. Dan kami juga tidak mengetahui ada indikasi apa KPK datang ke DPRD," ungkapnya.

Saat kedatangan tim KPK ke kantornya, seluruh unsur pimpinan DPRD Kabupaten Cirebon tengah melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

"Pada waktu itu seluruh unsur pimpinan DPRD sedang melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Jepara dan Kudus. Sehingga, kami pun tidak mengetahui persis berkas apa saja yang dibawa tim KPK. Saya dapat informasi dari sekretariat cuma itu saja kaitan dengan perda saja," katanya.

Dia pun mengaku, kegiatan DPRD tersebut tidak terganggu sama sekali.

Artinya, lanjut kata dia, penggeledahan yang dilakukan KPK tidak mengganggu agenda DPRD.

"Malam hari usai kedatangan KPK kita tetap menjalankan kegiatan yang sudah dijadwalkan. Bahkan semua pimpinan dan badan anggaran hadir, jadi tidak menganggu kinerja kita di DPRD," ungkap Jimust.

Diberitakan sebelumnya, KPK RI melakukan penggeledahan di sejumlah ruangan kantor DPRD Kabupaten Cirebon, Jumat (21/6/2019).

Tiga ruang wakil ketua dan sekwan disegel, sedangkan ruang ketua langsung digeledah.

Usai menggeledah ruang ketua, segel di ruang wakil ketua dibuka satu persatu untuk dilakukan penggeledahan, dan seterusnya hingga ke ruang sekwan.

Geledah Kantor DPRD Kabupaten Cirebon, KPK Telusuri Sumber Dugaan Gratifikasi Rp 50 Miliar

BREAKING NEWS: KPK Bawa Daftar Gaji dan Tunjangan Dewan, Usai Geledah Kantor DPRD Kabupaten Cirebon

Penulis: Siti Masithoh
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved