ICW Sebut akan Ada Konflik Kepentingan jika Pimpinan KPK dari Polri

Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW Donal Fariz menilai akan ada konflik kepentingan bila Pimpinan KPK berasal dari Polri

ICW Sebut akan Ada Konflik Kepentingan jika Pimpinan KPK dari Polri
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
ILUSTRASI petugas komisi pemberantasan korupsi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch ( ICW) Donal Fariz menilai akan ada konflik kepentingan bila Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berasal dari perwira tinggi Polri.

Hal itu disampaikan Donal menanggapi sembilan perwira tinggi Polri yang mendaftar sebagai Calon Pimpinan KPK.

"Belum lagi ada potensi conflict of interest-nya, ketika itu diisi Pimpinan KPK dari Polri," ujar Donal saat dihubungi, Senin (24/6/2019).

Hal itu terlihat pada kasus Aris Budiman (mantan Direktur Penyidikan) yang tiba-tiba mendatangi Panitia Angket bentukan DPR, padahal saat itu yang bersangkutan tidak mendapatkan izin dari Pimpinan KPK.

Selain itu ada Roland dan Harun (mantan Penyidik) yang diduga merusak barang bukti perkara korupsi yang sedang ditangani oleh KPK.

Tak hanya itu, Firli (Deputi Penindakan) diketahui bertemu dengan salah satu kepala daerah yang diduga terlibat dalam sebuah kasus yang sedang dalam tahap penyelidikan di lembaga anti rasuah itu.

Ia menambahkan, alasan KPK dibentuk justru karena kinerja penegak hukum seperti Polri dan Kejaksaan belum optimal dalam memberantas korupsi.

Karena itu ia menilai masuknya perwira tinggi Polri dalam jajarana Pimpinan KPK bertentangan dengan alasan tersebut.

"Dari aspek praktis sangat lemah argumentasi KPK itu harus diiisi pimpinannya dari Polri. Justru akan menghadirkan dilema kelembagaan bagi KPK termasuk juga bagi upaya pemberantasan korupsi itu sendiri," lanjut dia.

ICW Nilai Isu Radikalisme Tak Relevan dengan Urusan Seleksi Capim KPK

Beredar Nama-nama Jenderal Polisi yang Akan Mengikuti Seleksi Capim KPK , 2 di Antaranya Perempuan

Diberitakan, sebanyak sembilan perwira tinggi Polri mendaftarkan diri untuk mengikuti proses seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Halaman
12
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved