Gara-gara Ular, Listrik Satu Kabupaten Padam Seketika

Sulisiyo menuturkan, ular tersebut memanjat naik tiang listrik sehingga arus listrik mengalir ke tanah melalui tiang.

Gara-gara Ular, Listrik Satu Kabupaten Padam Seketika
Facebook Emily Scheiwe
Ilustrasi Ular 

TRIBUNJABAR.ID, MANOKWARI - Gara-gara seekor ular, aliran listrik PLN di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, padam seketika, Minggu (23/6/2019).

Dilansir dari Kompas.com, Manager PLN UP3 Manokwari, Sulisiyo, mengatakan, pemadaman terjadi akibat gangguan pada saluran dari BP Tangguh ke Bintuni.

Setelah dtelusuri, ternyata penyebabnya adalah seekor ular.

"Setelah dilakukan pencarian sumber masalah di hutan dan rawa, ternyata ditemukan penyebabnya adalah seekor ular. Gangguan semacam ini sudah sering terjadi," ungkapnya, melalui pesan WhatsApp, Minggu (23/6/2019) sore.

Sulisiyo menuturkan, ular tersebut memanjat naik tiang listrik sehingga arus listrik mengalir ke tanah melalui tiang.

Namun, ada kejadian serupa di tempat lain yang belum terdeteksi sebabnya.

"Setelah memperbaiki gangguan kubikel tegangan dari BP Tangguh hari ini, ternyata muncul masalah gangguan dengan indikasi ground fault dengan kebocoran arus listrik ke tanah di tempat lain," kata Sulisiyo.

Dia menuturkan, untuk mencari sebabnya, petugas lapangan berada 4 malam di hutan dan rawa hingga kehabisan makanan.

Akhirnya, mereka memilih untuk kembali ke Bintuni dan melengkapi peralatan.

“Mesin PLTD lama tidak mencukupi. Kami berupaya kebut pembangunan PLTD baru, semoga minggu pertama Juli 2019 sudah commisioning test,” ujar Sulisiyo.

Sulisiyo menamabahkan, petugas akan melanjutkan pencarian gangguan di titik ketiga pada Senin (24/6/2019).

Breaking News, Kebakaran d Jalan Rajawali Bandung, Dua Orang Diduga Meninggal Akibat Terjebak

Pembunuhan di Cianjur: Tak Mempan Dibacok, Ditusuk Pisaunya Bengkok, Tewas Setelah Dihantam Batu

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gara-gara Ular "Memanjat" Tiang Listrik, Listrik Se-Kabupaten Padam"

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved