Eks Kadisdik Cianjur Sebut Irvan Rivano Minta Bantuan Dana Ongkos Politik 2018

"Pak Irvan Rivano menyampaikan bahwa 2018 masuk tahun politik, beliau meminta bantuan dana. Itu disampaikan di rumahnya saat memanggil saya dan para k

Eks Kadisdik Cianjur Sebut Irvan Rivano Minta Bantuan Dana Ongkos Politik 2018
Tribunnews.com/Ilham Ryan Pratama
Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar resmi mengenakan rompi oranye setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Terdakwa kasus pemotongan dana alokasi khusus (DAK) khusus fisik SMP, Cecep Sobandi, yang juga Kepala Disdik Kabupaten Cianjur menyebut Irvan Rivano Mochtar selaku bupati meminta bantuan untuk ongkos politik pada 2017.

"Pak Irvan Rivano menyampaikan bahwa 2018 masuk tahun politik, beliau meminta bantuan dana. Itu disampaikan di rumahnya saat memanggil saya dan para kepala dinas lainnya," ujar Cecep saat bersaksi untuk Irvan Rivano di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Senin (24/6/2019).

Permintaan bantuan Irvan Rivano itu setelah Cecep menyampaikan soal pencairan DAK khusus fisik SMP yang sudah ia sampaikan.

Pada pertemuan sebelumnya, Cecep menyampaikan soal program DAK fisik. Saat itu, kata Cecep, Irvan Rivano memintanya berkoordinasi dengan terdakwa Tubagus Cepy Setiadi, kakak ipar Irvan Rivano Mochtar.

KPK Periksa Wakil Ketua DPRD Jabar terkait Kasus Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar

"Saat itu Pak Irvan Rivano bilang, nanti koordinasi saja dengan Cepy. Cepy sendiri tidak ada jabatan struktural di dinas pendidikan. Setelah saya bertemu Cepy, DAK belum cair dan dia meminta uang muka 2 persen dari Rp 48 miliar dan itu sudah sepengetahuan cempaka, yang artinya sudah sepengetahuan Irvan Rivano selaku bupati," ujar Cecep.

‎Setelah pertemuan dengan Irvan Rivano dan Cepi, Cecep menyampaikan ucapan Irvan Rivano soal bantuan dana untuk tahun politik pada para kepala SMP penerima DAK.

"Saya sampaikan juga bahwa kita harus loyal pada pimpinan," ujar Cecep‎.

Kadis Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, tersangka dugaan suap pemotongan dana alokasi khusus (DAK) terkait dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018.
Kadis Pendidikan Cianjur Cecep Sobandi, tersangka dugaan suap pemotongan dana alokasi khusus (DAK) terkait dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018. (KOMPAS.com/Reza Jurnaliston)

Cecep kemudian berkoordinasi dengan terdakwa Rosidin dan memintanya untuk memotong 15 persen DAK yang diterima kepala SMP.

"Hingga akhirnya disepakati ‎penerima DAK menyerahkan uang yang diterima sebesar Rp 17 persen lebih dari Rp 48,8 miliar. Dua persennya untuk Pak Bupati via Pak Cepy," ujar Cecep.

Halaman
12
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Theofilus Richard
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved