Dedi Mulyadi Optimistis Kubu Jokowi-Maruf Amin Menangi Sengketa Pilpres di MK, Ini Penjelasannya

Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi optimistis kubu Jokowi-Maruf Amin akan memenangi gugatan sengketa

Dedi Mulyadi Optimistis Kubu Jokowi-Maruf Amin Menangi Sengketa Pilpres di MK, Ini Penjelasannya
tribunjabar/haryanto
Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi di Purwakarta, Senin (24/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Ketua DPD Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi optimistis kubu Jokowi-Maruf Amin akan memenangi gugatan sengketa perolehan suara Pilpres 2019 yang tengah disidangkan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Seperti yang diketahui, sidang mengenai sengketa perolehan suara Pilpres 2019 di MK sudah berlangsung dan keputusan hasilnya akan dibacakan pada 28 Juli 2019.

"Optimis lah, gak ada landasan untuk jadi pesimis," kata Dedi Mulyadi saat ditemui di rumahnya, Pasawahan, Purwakarta, Senin (24/6/2019).

Ada beberapa hal yang membuatnya semakin optimistis bahwa gugatan yang diajukan oleh kubu Prabowo-Sandi tidak akan terbukti.

Pertama, jumlah suara yang didapat oleh pasangan Jokowi-Maruf Amin terpaut cukup jauh dibandingkan pasangan Prabowo-Sandi.

Selain itu, kata Dedi, keterangan-keterangan yang disampaikan oleh tim Prabowo-Sandi di sidang MK tidak ada yang krusial.

Atap SDN Cikolotok Mulai Berjatuhan, Minat Orangtua Sempat Kendor Sekolahkan Anak di Sekolah Rusak

Ia menganggap keterangan itu hanyalah asumsi segelintir pihak, tanpa terbukti terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

"Faktanya belum pernah ditunjukkan. Kalau benar TSM, itukan berlangsung berarti di seluruh daerah dan menyulur di seluruh TPS, nah ada enggak pembuktian bahwa di setiap TPS itu ada kecurangan," kata Dedi.

Dedi Mulyadi yang menjadi peserta pemilu sebagai caleg untuk DPR RI pada Pemilu Serentak 2019 itu meyakini tidak ada kecurangan seperti yang disangkakan.

Dedi Mulyadi mengatakan, saksi dari setiap partai, caleg, bahkan capres ada di setiap TPS bahkan hingga selesai penghitungan suara.

Wakil Ketua DPRD Jabar Kembalikan Duit Pindah Partai dari Mantan Bupati Cianjur, Senilai Rp 250 Juta

Selain di TPS, saksi dari setiap pihak pun turut dihadirkan mulai dari penghitungan di tingkat kecamatan, kabupaten hingga tingkat provinsi.

Oleh karena itu, jika memang ada kecurangan yang TSM maka saksi dari pihak yang merasa dicurangi telah bertindak di setiap tahapan penghitungan.

"Mestinya kalau ada kecurangan itu ya diributkan di tingkat TPS atau PPK, kabupaten atau provinsi. Bukan ujug-ujug ada kecurangan TSM, kemudian hanya analisis yang digeneralisasi," katanya.

Penulis: Haryanto
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved