Asisten Manajer Bank BUMN Tambun Dijebloskan ke Bui, Korupsi Kas, Valas, dan Deposito Rp 13,8 M

Asisten manajer operasional dan layanan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tambun Kabupaten Bekasi, Ep

Asisten Manajer Bank BUMN Tambun Dijebloskan ke Bui, Korupsi Kas, Valas, dan Deposito Rp 13,8 M
Tribunjabar/Mega Nugraha
Asisten Manajer BRI Tambun, Ep 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Asisten manajer operasional dan layanan Kantor Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tambun Kabupaten Bekasi, Ep (41) ditahan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, seusai diperiksa selama lebih dari lima jam‎ di kantor Kejati jabar di  Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Senin (24/6/2019).

Pantauan Tribun, tersangka berkacamata itu langsung mengenakan rompi tahanan kasus korupsi Kejati Jabar dan langsung dibawa ke Rutan Kebonwaru Bandung. Saat digiring ke mobil, tersangka tak berucap sepatah katapun.

"Hari ini kami resmi menahan Ep, asisten manajer di BRI Tambun karena dugaan korupsi ‎perbuatan melawan hukum menyalahgunaan wewenang setelah mengantongi dua alat bukti yang cukup sebagaimana diatur di Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana," ujar Kasipenkum Kejati Jabar, Abdulmuis Ali.

Menurut Abdulmuis Ali, Bank BRI menyimpan kas induk, rekening valas, deposito dan saldo menggantung pada rekening persekot intern perantara money changer. Uang yang disimpan di masing-masing kas itu diambil secara melawan hukum dengan cara menyalahgunakan wewenang.

Perusahaan Swasta Lebih Peduli Sediakan Alat Pemadam Kebakaran Dibanding Kantor Pemerintah

"Yang dikorupsi berupa uang di kas induk sebesar Rp 1,47 miliar, valas senilai Rp 8,83 miliar‎, tiga rekening deposito milik nasabah senilai Rp 3,5 miliar dan uang dari money changer senila Rp 54 juta. Korupsi yang dilakukan dengan cara menyalahgunakan wewenang yang melekat pada Ep," ujar Abdulmuis.

‎Ep dijerat Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 3 juncto Pasal 8 juncto Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Korupsi. Kata Abdulmuis, korupsi dengan modus penyalahgunan wewenang oleh Ep dilakukan sendiri.

"Berdasarkan audit penyidik dan BRI, kerugian negara dalam kasus ini yakni Rp 13,8 miliar. Tersangka sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 1,72 miliar lebih. Sejauh ini tersangka satu orang," ujar Abdulmuis.

Dari uang Rp 13 miliar lebih itu, kepada penyidik, Ep menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Adapun perbuatan tersangka menyalahgunakan wewenang itu dilakukan dalam kurun waktu Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Lapas Jelekong Kerjasama dengan Bank Sampah untuk Kelola Sampah dan Berdayakan Narapidana

Informasi yang dihimpun, penahanan Ep tepat di hari ulang tahunnya. Hanya saja, Abdulmuis belum bisa memverifikasi informasi tersebut.

Usai ditahan, berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana, penyidik kejaksaan memiliki waktu selama 20 hari untuk pemeriksaan lanjutan. Penahanan terhadap Ep bisa diperpanjang selama 30 hari. Jika dalam 50 hari belum dilimpahkan ke pengadilan, Ep harus dikeluarkan dari tahanan untuk kepastian hukum

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved