Antisipasi Polri Cegah Mobilisasi Massa Jelang Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi

Mencegah mobilisasi jelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Polri akan kembali

Antisipasi Polri Cegah Mobilisasi Massa Jelang Putusan Sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Mencegah mobilisasi jelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), Polri akan kembali melakukan penyekatan massa dari wilayah sekitar Jakarta.

Polri juga menambah jumlah personel yang akan disiagakan di Ibu Kota jelang sidang putusan sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi tersebut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan bahwa penyekatan dilakukan dengan langkah persuasif, misalnya imbauan.

"Dari Polda Jabar dan Polda Banten, tentunya selalu melakukan imbauan-imbauan juga bersama tokoh masyarakat dan aparat keamanan setempat juga melakukan penyekatan-penyekatan," kata Dedi di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2019).

"Penyekatan sifatnya juga dalam rangka persuasif dan edukasi ke masyarakat," imbuh dia.

Total terdapat 47.000 personel gabungan yang diturunkan. Rinciannya, terdapat 17.000 personel TNI dan 28.000 personel Polri.

Tak Ada Aksi di Jalan Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, Janji Kubu Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi

Pembacaan Putusan Sidang Sengketa Pilpres 2019 di MK Dipercepat, Bambang Widjojanto Respons Begini

Kemudian, ada pula anggota pemerintah daerah sebanyak 2.000 orang.

Dedi mengatakan, fokus pengamanan adalah Gedung MK dengan jumlah personel sekitar 13.000 orang.

Lalu, ada pula personel yang berjaga di objek vital nasional lainnya, seperti Istana Kepresidenan, kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan beberapa kedutaan.

Sebelumnya, terdapat 17.000 personel Polri dan 16.000 personel TNI yang dikerahkan untuk mengamankan sidang.

Penambahan personel dilakukan agar aparat keamanan dapat selalu siaga dalam mencegah potensi gangguan yang ada.

"Tentunya dari prediksi-prediksi intelijen, dan analisa-analisa intelijen dalam rangka untuk mengantisipasi segala macam potensi gangguan kamtibmas. Artinya bahwa polisi berpikir tidak boleh underestimate," ujarnya.

Berdasarkan rapat Majelis Hakim, sidang pleno pengucapan putusan sengketa hasil Pilpres 2019 diselenggarakan pada Kamis (27/6/2019).

Penulis : Devina Halim

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cegah Mobilisasi Massa Jelang Putusan MK, Ini yang Akan Dilakukan Polisi", .

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved