Keracunan Massal di Cianjur

70 Warga yang Keracunan Massal Berasal dari 4 Dusun, Jaraknya 4 Jam dari Ibu Kota Kabupaten

Di kampung Ciseureuh terdapat juga penderita sebanyak 8 yang berobat ke petugas Puskesmas yang berada di sekitar penduduk kampung tersebut.

70 Warga yang Keracunan Massal Berasal dari 4 Dusun, Jaraknya 4 Jam dari Ibu Kota Kabupaten
ferri amiril/tribun jabar
Seorang warga di Kecamatan Sindangbarang, Cianjur akan menjalani perawatan setelah diduga keracunan pindang ikan mas. Kasus keracunan ini mengakibatkan 70 orang dirawat dan 2 orang di antaranya tewas. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Puluhan orang di Cianjur mengeluh sakit perut dan mual, dua di antaranya tewas diduga karena keracunan pindang ikan mas.

70 warga dirawat baik di rumah maupun di puskesmas dan dua di antaranya tewas.

Pemerintah Kabupaten Cianjur menetapkan kejadian luar biasa/KLB atas kasus keracunan massal ini.

Tim investigasi kejadian luar biasa keracunan membutuhkan waktu empat jam untuk sampai di lokasi keracunan Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr Irvan Fauzy, menerima laporan kejadian  Sabtu (22/6/2019) sekitar pukul 09.30 WIB. 

"Dikarenakan lokasi kejadian cukup jauh dari ibu kota, sehingga tim investigasi membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk sampai di lokasi kejadian," ujar Irvan, Minggu (23/6/2019).

Irvan mengatakan, adapun lokasi kejadian yaitu di 4 dusun atau kampung, antara lain Kampung Ciseureuh RT 01/03, Kampung Cieurih RT 01/03, Kamoung Cisireum RT 02/03, dan Kampung Cimareme RT 03/03, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang.

Tim menduga makanan pindang ikan mas tersebut mulai dikonsumsi oleh penderita pada hari Rabu (19/6/2019) sekitar pukul 09.00 WIB, dan pada hari yang sama sekitar pukul 20.00 WIB terdapat salah seorang yang menderita dengan gejala keracunan datang berobat ke salah saorang petugas Puskesmas Sindangbarang.

Lalu pada Kamis (20/6/2019) penderita yang berobat bertambah 2 orang, selanjutnya pada hari Jumat (21/6/2019) kasus bertambah lagi dengan jumlah sebanyak 2 orang, jadi dengan demikian jumlah kasus seluruhnya menjadi 5 penderita dengan gejala yang relatif sama pada hari itu.

Di tempat lain yaitu di Kampung Cisireum, terdapat penderita yang berobat sebanyak 11 orang.

Di kampung Ciseureuh terdapat juga penderita sebanyak 8 yang berobat ke petugas Puskesmas yang berada di sekitar penduduk kampung tersebut.

Pindang yang Diduga Penyebab Keracunan Massal Juga Dibeli Tetangga Pembuat, tapi Tidak Ada Keluhan

Ular Piton 3 Meter di Padasuka Lilit Pemilik Hingga Tewas, Dibunuh lalu Dikubur Dekat Tuannya

"Menurut keterangan para petugas yang pernah menangani dan mengobati penderita, mereka tidak mengira jika hal tersebut merupakan suatu kejadian yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB) yang diperkirakan adalah keracunan pangan, sehingga mereka hanya berusaha untuk mengobati penderita yang datang untuk berobat. Perkiraan mereka hal tersebut dikarenakan hanya penyakit diare biasa," kata Irvan.

Irvan mengatakan, hasil investigasi Tim juga menjelaskan pada kejadian ini terdapat kasus yang meninggal sebanyak 2 orang.

Dari hasil investigasi seorang yang meninggal atas nama Ahmad (62 l) sebelumnya berobat ke perawat yang berlokasi di sekitar rumah korban. 

Menurut keterangan diduga korban sebelumnya mengonsumsi makanan yang sama dengan kasus pada kejadian ini, yaitu olahan pindang ikan mas yang dijual tersebut. 

Korban mulai mengonsumsi pangan tersebut pada hari Rabu (19/6/2019)  sekitar pukul 10.00 WIB.

Lalu yang bersangkutan datang untuk berobat pada hari Kamis (20/6/2019) pukul 13.00 WIB dengan gejala muntah, sesak, diare

Gejala tersebut timbul pada pada hari itu juga sekitar jam 07.00 WIB.

Dengan kondisi saat berobat itu korban disarankan untuk berobat lebih lanjut ke Puskesmas karena ada indikasi perlu perawatan, namun keluarga menolak untuk dirujuk.

Halaman
12
Editor: Ravianto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved