13 Rute Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Pindah ke BIJB Juli Ini

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka siap menerima perpindahan jalur penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung

13 Rute Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara Pindah ke BIJB Juli Ini
Tribun Jabar/Kemal Setia Permana
Diskusi "Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan", di Bandung, Sabtu (23/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -- Bandara Internasional Jawa Barat ( BIJB) Kertajati Majalengka sudah siap menerima perpindahan jalur penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Operator Bandara Kertajati, PT Angkasa Pura (AP) II bersama sejumlah pihak sudah menyepakati pemindahan jalur penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB.

Menurut Direktur Utama AP II, Muhammad Awaludin, mulai 1 Juli 2019 nanti, bakal ada 13 rute penerbangan dengan jumlah 56 take off/landing yang pindah dari Husein Sastranegara ke Kertajati.

Rute yang pindah ini merupakan rute domestik dalam negeri dan dalam Pulau Jawa untuk penerbangan yang menggunakan pesawat jet.

"Untuk penerbangan internasional serta penerbangan yang menggunakan pesawat propeller masih terbang dari Bandara Husein Sastranegara," kata Awaludin dalam diskusi "Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan" di Bandung, Sabtu (23/6/2019).

Komisi IV Minta Dishub Persiapkan Angkutan dari Bandara Husein Sastranegara ke BIJB Kertajati

Awaludin mengatakan bahwa tujuan pemindahan penerbangan ini untuk menata operasional bandara setelah Bandara Kertajati beroperasi.

Tujuan berikutnya adalah penataan dalam balancing traffic dari yang sudah berlangsung di Husein maupun permintan rute penerbangan baru.

Bandara Kertajati, kata dia, sudah sangat siap menambah penerbangan dengan berbagai fasilitas yang sudah siap beroperasi penuh seperti gedung terminal, sistem operasi pendukung, runway yang sudah sepanjang 3.000 meter dengan dukungan apron dan infrastruktur pendukung lainnya.

"Khusus untuk instrumen landing system, Perum Airnav Indonesia sudah melakukan berbagai penyiapan. Saat ini yang perlu dilakukan adalah penyiapan ulang sejumlah aspek lain; Pertama, terhadap aspek fasilitas; kedua, infrastruktur; ketiga, sistem operasi seperti ticketing, bagasi, transporatasi darat, dan yang penting juga adalah human capital atau SDM," katanya.

Halaman
12
Penulis: Kemal Setia Permana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved