Pilpres 2019

Mengenai Rekonsiliasi Kubu Prabowo & Jokowi, TKN Yakin akan Terwujud, BPN Justru Masih Fokus ke MK

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Arsul Sani tak memungkiri komunikasi antara dua kubu memang masih terus berjalan.

Mengenai Rekonsiliasi Kubu Prabowo & Jokowi, TKN Yakin akan Terwujud, BPN Justru Masih Fokus ke MK
INDRA AKUNTO/KOMPAS.com
Momen saat Prabowo Subianto menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Kamis (29/1/2015) 

TRIBUNJABAR.ID - Setelah selesai sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi atau MK, wacana rekonsiliasi antara kubu BPN Prabowo-Sandi dan TKN Jokowi-Maruf pun kembali mencuat.

Rekonsiliasi antara dua kubu yang berkontestasi dalam Pilpres 2019 ini, disebut-sebut akan terwujud jika capres nomor urut 01 Jokowi dan capres nomor urut 02 Prabowo bertemu.

Lantas, apakah rekonsiliasi antara kubu Jokowi dan Prabowo akan terwujud?

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Arsul Sani tak memungkiri komunikasi antara dua kubu memang masih terus berjalan.

Saat sidang sengketa Pilpres 2019 di MK masih berlangsung pun, imbuhnya, komunikasi jalan terus.

Tak Ada Aksi di Jalan Setelah Putusan Mahkamah Konstitusi, Janji Kubu Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi

"Ini yang barangkali teman-teman pendukung 01 maupun 02 tidak banyak tahu bahwa sesungguhnya pada tingkakan pimpinan, elite politik, antara partai-partai yang tergabung di TKN dengan teman-teman di Partai Gerindra, itu komunikasinya jalan terus," ujarnya dilansir TribunJabar.id dari tayangan di Kompas TV, Minggu (23/6/2019).

Sebagai elite partai, lanjutnya, memang harus menghormati apapun keputusan MK nantinya.

Apapun hasilnya, diharapkan jadi momentum untuk mengakhiri kontestasi.

Arsul Sani juga menegaskan, fokus kedua kubu saat ini adalah rekonsiliasi.

Ada di Mana Prabowo & Jokowi saat Sidang Sengketa Pilpres di MK Berlangsung? Ini Bocoran Kegiatannya
Ada di Mana Prabowo & Jokowi saat Sidang Sengketa Pilpres di MK Berlangsung? Ini Bocoran Kegiatannya (Kolase Tribun Jabar (Kompas.com dan Instagram @prabowo))

"Enggak mungkin membangun Indonesia hanya satu kelompok saja, dibutuhkan juga partisipasi dari semua kelompok yang ada," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Yongky Yulius
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved