Mengandung Virus Berbahaya, Ratusan Ribu Bibit Bunga Lili asal Belanda Dimusnahkan di Pangalengan

Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian memusnahkan ratusan ribu bibit bunga lili (lilium) asal Belanda karena ada virus berbahaya

Mengandung Virus Berbahaya, Ratusan Ribu Bibit Bunga Lili asal Belanda Dimusnahkan di Pangalengan
Tribun Jabar/Mumu Mujahidin
Kepala Badan Karantina Pertanian Kementrian Pertanian, Ali Jamil, di tempat budidaya bunga milik PT Casa Fiore Cantiga, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/6/2019). Ratusan ribu bibit bunga lili asal Belanda dimusnahkan karena mengandung virus berbahaya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, PANGALENGAN- Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian memusnahkan ratusan ribu bibit bunga lili (lilium) asal Belanda, di tempat budidaya bunga milik PT Casa Fiore Cantiga, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/6/2019).

Ratusan ribu bibit bunga lili asal Belanda tersebut terdeteksi terkena virus berbahaya.

Menurut pantauan Tribun Jabar, sebelum dibakar, bibit bunga lili ini dikawal untuk masuk instalasi karantina tumbuhan di Pengalengan, Kabupaten Bandung. Sebelum hasil laboratorium keluar dan dinyatakan sehat, benih tidak diperbolehkan untuk ditanam.

Bibit disegel di dalam storage cool selama kurang lebih 2 bulan sambil menunggu proses pengujian dengan suhu 8 derajat.

Bibit-bibit tersebut dikemas di dalam plastik yang dimasukan ke dalam keranjang berwarna hitam lengkap dengan media tanamnya.

Pemusnahan ini dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, Ali Jamil, dan dibakar di dalam sebuah lubang berukuran besar di bagian belakang tempat budidaya bunga milik PT Casa Fiore Cintiga.

Sejumlah SPBU di Pantura Disegel Kementerian Perdagangan, Anggota DPR: Bisa Diperkarakan

Cegah Abrasi di Pesisir Pantai Indramayu, Sanggar Lingkungan Hidup Tanam 1500 Bibit Mangrove

Ali Jamil, menuturkan sebanyak 272.300 benih bunga lilium berupa umbi ini terindikasi mengandung virus 'Strawberry Latent Ringspot Virus (SLRV) dan bakteri Rhodococcus Fascians.

Padahal umbi lilium itu hasil impor dari Belanda yang dilengkapi phytosanitary certificate terbitan Otoritas Karantina Belanda.

"Setelah dilakukan pengujian di laboratorium Balai Karantina Semarang ternyata hasilnya positif mengandung virus dan bakteri," kata Ali Jamil saat melakukan pemusnahan benih lilium di Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Halaman
12
Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved