Kampus

Mahasiswa dan dosen Bahasa Jerman Se-Asia Tenggara akan Bertemu di Bandung

Mahasiswa dan dosen Bahasa Jerman se-Asia Tenggara akan bertemu di Bandung pada acara Universitas Musim Panas

Mahasiswa dan dosen Bahasa Jerman Se-Asia Tenggara akan Bertemu di Bandung
Istimewa
Kegiatan Summer University 2017 di Manila Filipina. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Mahasiswa dan dosen Bahasa Jerman se-Asia Tenggara akan bertemu di Bandung pada acara Universitas Musim Panas (Summer University) Germanistik ke-5, yang diselenggarakan Universitas Padjadjaran pada 24 Juni sampai 10 Juli 2019.

Selama dua minggu penuh tersebut, mahasiswa dan dosen Bahasa Jerman se-Asia Tenggara ini berkumpul dalam kegiatan Universitas Musim Panas dan belajar bersama tentang tema-tema yang baru untuk bidang mereka, khususnya bahasa Jerman, sastra, dan budaya.

Tuan rumah kegiatan kali ini adalah Program Studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran yang berdiri dan mengajarkan Bahasa Jerman sejak 1959. Universitas Musim Panas untuk Germanistik se-Asia Tenggara ini sendiri telah diadakan sejak 2012.

Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali dengan mengambil tempat yang berbeda. Universitas Padjadjaran menjadi universitas pertama yang tidak berlokasi di ibu kota yang menjadi penyelenggara kegiatan tingkat regional Asia Tenggara ini.

Calon Rektor Unpad Gugat MWA dan Kemenritekdikti, MWA: Ini Jalan Terbaik

Ketua Prodi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran, Dr Dian Ekawati, menyatakan pihaknya sangat bangga dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kegiatan ini didukung penuh oleh Dinas Pertukaran Akademik Jerman (DAAD) dan Goethe Institut Indonesia.

"Untuk tahun ini terdapat 12 orang dosen muda dan 30 mahasiswa dari berbagai negara di Asia Tenggara yang menjadi peserta kegiatan, yaitu dari Indonesia, Laos, Myanmar, Filipina, Thailand, dan Vietnam," kata Dian Ekawati di Bandung, Sabtu (22/6).

Dian Ekawati mengatakan para peserta ini ingin memperdalam dan memperluas pengetahuan bahasa dan lintasbudaya dengan mengikuti beragam kegiatan lokakarya dan pelatihan.

Para dosen muda se-Asia Tenggara ini berkesempatan untuk belajar dan menambah pengetahuan dan kemampuan dalam bidang metodik didaktik pengajaran Bahasa Jerman, seperti bagaimana mereka dapat menyelenggarakan perkuliahan yang menarik, interaktif, dan berfokus pada pembelajar.

Waspada, Paham Radikal Bisa Berkembang dari Sekolah dan Kampus

Di sisi lain, katanya, para mahasiswa dapat ikut serta dalam beragam lokakarya menarik yang ditawarkan, seperti bermain teater untuk belajar Bahasa Jerman, duduk bersama menonton film Jerman dan mendiskusikannya, atau mempelajari hal-hal yang bersifat praktis seperti bagaimana mereka dapat menggunakan suara mereka sebagai cara belajar yang efektif.

"Para fasilitator lokakarya dan pelatihan ini adalah dosen-dosen berpengalaman, yang sebagaian besar dari mereka berasal dari Jerman. Mereka telah bekerja selama beberapa tahun di perguruan tinggi-perguruan tinggi di Asia Tenggara sehingga mereka paham sekali apa yang menjadi minat para mahasiswa dan dosen muda ini," ujarnya.

Selama kegiatan ini berlangsung, bahasa yang digunakan adalah Bahasa Jerman. Dian Ekawati mengatakan itulah tujuan utama mereka datang ke Universitas Padjadjaran Bandung dengan mengikuti kegiatan berbahasa Jerman ini.

Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 3.000 mahasiswa yang berkuliah di Program Studi Sastra Jerman untuk tingkat S1 dan S2. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Bahasa Jerman adalah salah satu bahasa asing yang paling diminati di Indonesia.

Banyak lulusan dari Prodi Sastra Jerman yang kemudian bekerja menjadi pengajar, tetapi banyak juga di antara mereka yang bekerja di bidang-bidang lain yang menarik, seperti dalam bidang pariwisata atau media. Beberapa menggunakan kemampuan bahasanya untuk kemudian melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi di negara-negara berbahasa Jerman.

ITB Pastikan Mahasiswanya Kena Sanksi Jika Terbukti Jadi Joki Ujian Kampus Lain

"Karena peminat Bahasa Jerman tetap tinggi, setiap tahunnya Program Studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran menerima sekitar 100 orang mahasiswa baru untuk belajar di bahasa, sastra, dan budaya Jerman di Prodi Sastra Jerman," ujarnya.

Mahasiswa di Prodi Sastra Jerman Unpad juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dari para penutur asli Bahasa Jerman. Di Unpad terdapat dua lektor dari Jerman, yang didanai oleh Dinas Pertukaran Akademik Jerman dan Robert-Bosch-Stiftung untuk mengajar di Indonesia. (Sam)

Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved