Bertambah 58 Orang Idap HIV di Purwakarta, Mayoritas Masih Usia Produktif

Ada penambahan puluhan kasus penyebaran HIV ini di Purwakarta dan rata-rata pada usia produktif antara 16-30 tahun

Bertambah 58 Orang Idap HIV di Purwakarta, Mayoritas Masih Usia Produktif
DOKUMENTASI TRIBUN BALI
Ilustrasi--- Dinas Kesehatan Purwakarta memperkirakan terjadi peningkatan jumlah kasus HIV - AIDS di Purwakarta pada usia produktif. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Haryanto

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA- Penyebaran HIV atau penyebab AIDS terbilang cukup masif di Purwakarta beberapa tahun terakhir.

Bahkan, Dinas Kesehatan Purwakarta memperkirakan terjadi peningkatan jumlah kasus HIV - AIDS di Purwakarta pada usia produktif.

Hal tersebut dikatakan Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Purwakarta, Meisera Pramayanti saat ditemui di Komplek Pemda Purwakarta, Nagritengah, Purwakarta.

"Ada penambahan puluhan kasus penyebaran HIV ini di Purwakarta dan rata-rata pada usia produktif antara 16-30 tahun cukup banyak yang terjangkit virus berbahaya ini," kata Meisera Pramayanti pada Sabtu (22/6/2019).

Diketahui pada tahun ini ada penambahan 58 kasus HIV terhitung hingga Juni 2019, dari total sebelumnya yang telah mencapai 632 kasus.

Dinas Kesehatan Purwakarta terus berupaya meminimalisasi penyebaran yang dianggap telah mengkhawatirkan itu.

155 Narapidana di Bekasi Mengidap HIV/AIDS, 40 Orang Belum Ikuti Pengobatan Antiretroviral

AHF Indonesia Kampanyekan Pencegahan HIV/AIDS bagi Kelompok Berisiko Tinggi 

"Kalau mereka yang usia produktif pada sakit gitu, terus bagaimana pergerakan perekonomian kita. Pembinaan dan penyuluhan serta mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perilaku seks menyimpang terus dilakukan," ujar dia.

Guna menanggulangi penyebaran virus membahayakan bagi imun tubuh itu harus adanya sinergitas kerja sama berbagai pihak.

Tidak hanya pemerintahan daerah, lembaga pendidikan, maupun tokoh masyarakat dan agama hingga masyarakat itu sendiri harus turut memiliki tanggungjawab untuk penanggulangan.

Setidaknya penyuluhan atau imbauan-imbauan tentang bahaya pergaulan bebas bisa terus dicanangkan kepada kawula muda.

Perempuan yang akrab disapa dokter Mey itu juga mengatakan, saat ini kesadaran masyarakat akan bahaya HIV-AIDS sudah semakin baik.

Salah satu indikatornya, semakin banyak warga yang bersedia melakukan tes antiretroviral (ARV). Selain itu, stigma negatif dari masyarakat juga tidak sedahsyat dulu.

"Saat ini lingkungan di masyarakat, sudah mengalami perubahan mindset. Bahkan, mendukung warganya untuk melakukan tes sejak dini. Kami apresiasi atas keberanian masyarakat ini," ucapnya.

Penulis: Haryanto
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved