Kasus Hoaks Petugas KPPS Mati Diracun

Ustaz Rahmat Baequni Tak Yakin Petugas KPPS Tewas Diracun, Namun Itu Justru Disampaikannya ke Publik

Ustaz Rahmat Baequni menegaskan ia tidak meyakini informasi di media sosial bahwa ratusan petugas KPPS

Ustaz Rahmat Baequni Tak Yakin Petugas KPPS Tewas Diracun, Namun Itu Justru Disampaikannya ke Publik
mega nugraha/tribun jabar
Ustaz Rahmat Baequni di Mapolda Jabar, Jumat (21/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Ustaz Rahmat Baequni menegaskan ia tidak meyakini informasi di media sosial bahwa ratusan petugas KPPS meninggal dunia karena diracun adalah informasi fakta berdasarkan hasil autopsi pihak berwenang.

"Tidak, saya tidak meyakini (informasi) itu. Saya masih mempertanyakan, kan saya bilang (di video itu) saya masih mempertanyakan, saya bilang lihat prosesnya nanti seperti apa. Toh soal petugas KPPS meninggal juga kan setahu saya dijadikan materi gugatan oleh tim Badan Pemenangan Nasional (BPN)," ujar Baequni di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6/2019).

Lantas, jika ia tidak meyakini informasi itu sebagai kebenaran, kenapa ia menyampaikan hal itu ke publik, toh atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 14 ayat 1 juncto Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, juncto Pasal 207 KUH Pidana juncto Pasal 45 ayat 2, Pasal 28 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Saat itu sedang ramai di media sosial, ada jemaah yang bertanya ini gimana, akhirnya saya sampaikan berdasarkan informasi yang saya terima,. Itu yang saya maksudkan berdasarkan media sosial. Saya kira ada juga yang melakukan seperti saya tapi tidak terliput," ujar Baequni.

Ia dibawa oleh penyidik dari kediamannya di Arcamanik Kota Bandung pada Kamis (20/6/2019) pukul 23.00 ke Mapolda Jabar dan setelah pemeriksaan hampir 24 jam, ia ditetapkan sebagai tersangka.

Pakai Seragam Satpol PP, Skateboarder Ini Tampil Menawan di Bandung Go Skateboarding Day 2019

"Sekali lagi saya tidak bermaksud menyebar berita bohong hingga menciptakan kisruh di media sosial. Saya cinta tanah air dan bangsa ini dan enggak mungkin berusaha memecah belah bangsa ini," ujar dia

Polisi menyayangkan ceramah Ustaz Rahmat Baequni di Masjid Al Fitroh, Baleendah, Kabupaten Bandung di hadapan jemaahnya menyebukant ada kurang lebih 390 petugas KPPS ‎meninggal dunia karena diracun.

"Kami sangat menyayangkan apalagi itu disampaikan di khalayak umum dan di tempat ibadah padahal materi yang disampaikan itu berita bohong," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta Bandung, Jumat (21/6/2019).

Jauh-jauh hari sebelum kasus ini mencuat, pemerintah melalui Kemenkes sudah memastikan informasi petugas KPPS meninggal karena diracun adalah informasi bohong namun belum berdasarkan autopsi.

Wagub Jabar Sebut Ada SMA Swasta di Jabar yang Patok Biaya Pendaftaran hingga Rp 50 Juta

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved