Pasutri yang Pertontonkan Adegan Ranjang Miliki Kecenderungan Penyimpangan Orientasi Seksual

Psikolog Endra Nawawi memandang, ada kecenderungan penyimpangan orientasi seksual pada pasangan pasutri itu.

Pasutri yang Pertontonkan Adegan Ranjang Miliki Kecenderungan Penyimpangan Orientasi Seksual
Tribun Jabar
Pasutri Tasikmalaya yang live adegan mesum ke para bocah ternyata buruh tani. Begini cara polisi amankan mereka. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Kelakuan pasutri asal Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya ES (24) dan LA (24) membuat geger.

Pasalnya, pasangan muda suami istri itu mempertontonkan adegan ranjang di hadapan sejumlah bocah yang berada di sekitar rumahnya.

Untuk bisa menyaksikan hal itu, para bocah yang berjumlah sebanyak enam orang mesti iuran untuk membeli rokok, mie instant, dan kopi yang diberikan pada pelaku.

Parahnya lagi, kejadian itu berlangsung pada Bulan Ramadan kemarin.

Psikolog Endra Nawawi memandang, ada kecenderungan penyimpangan orientasi seksual pada pasangan pasutri itu.

"Apalagi kalau dilakukan sering untuk menemukan kepuasan atas perilakunya itu bisa disebut menyimpang secara seksual," jelas Endra Nawawi melalui sambungan telepon, Jumat (21/6/2019).

Kegiatan suami istri normalnya sesuatu hal yang bersifat privasi dan tidak ingin didengar atau bahkan dilihat, apalagi dalam kasus ini sengaja dipertontonkan pada anak-anak, disebut Endra bahwa kejiwaan keduanya perlu diperiksa.

"Hubungan suami istri jika tidak menyimpang secara orientasi seks maka dilakukan secara tertutup. Bisa dikategorikan gangguan dan kelainan seksual dan kejiwaan," tuturnya.

Terlepas dari kecenderungan itu, dampak yang sangat dikhawatirkan ialah dampak secara langsung pada anak-anak yang menonton kelakuan tak pantas pasutri tersebut.

Zonasi Bikin Warga Cibiru Kota Bandung Sulit ke Sekolah Negeri, yang Untung Warga Kabupaten Bandung

Menurutnya, anak-anak kemungkinan akan menyimpan memori yang tidak mesti ada di masa kecil mereka.

Anak-anak yang menonton, kata Endra, perlu mendapat pendampingan serius untuk pemulihan psikis terutama moral.

"Perlu ada trauma healing, anak-anak perlu diberikan pemahaman dan persepsi yang diluruskan terlebih setelah apa yang mereka alami tersebut," katanya.

Kronologi Kebakaran Pabrik Korek Api Tewaskan 30 Orang di Medan, Pekerja Coba Mancis Lantas Meledak

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved