Pascalebaran Permintaan KK dan KIA di Kabupaten Bandung Meningkat, KTP-el Blankonya Tak Ada

Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung

Pascalebaran Permintaan KK dan KIA di Kabupaten Bandung Meningkat, KTP-el Blankonya Tak Ada
Tribun Jabar
Karikatur E KTP 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mumu Mujahidin

TRIBUNJABAR.ID, SOREANG - Pascalibur lebaran, permohonan percetakan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung meningkat hingga 25 persen. Disdukcapil pun melayani dengan sistem pelayanan disduk one day service dan gratis.

Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bandung Kasta Wiguna mengatakan, untuk permohon administrasi kependudukan pascalebaran memang mengalami peningakatan yang cukup signifikan.

"Kalau untuk pencetakan Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA), alhamdulillah bisa kami layani dengan optimal. Namun, untuk pelayanan percetakan KTP-el masih terkendala blanko," kata Kasta saat ditemui di ruang kerjanya di Soreang, Jumat (21/6/2019).

Oleh karena itu pihaknya meminta maaf kepada masyarakat terkait pelayanan percetakan e-KTP. Tetapi untuk pelayanan KK dan KIA, bisa dilayani sesuai jumlah pemohon perharinya.

"Sebab, kondisinya tidak bisa dihindari, terkendala pengadaan blanko e-KTP, dari pemerintah pusat malalui Ditjen Dukcapil Kemendagri," katanya.

Dua Video Ini yang Membuat Ustaz Rahmat Baequni Jadi Tersangka dan Ditahan Polisi

Menurutnya volume layanan permohonan dokumen kependudukan mengalami peningakatan berbarengan dengan adanya proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), SD, SMP dan SMA/SMK sederajat. Karena proses tersebut membutuhkan administrasi dokumen kependudukan.

Pihaknya belum mengetahui sampai kapan terbatasnya blanko ini. Sehingga, Ia tidak bisa berjanji kapan pelayanan e-KTP bisa kembali normal atau keberadaan blanko akan tersedia maksimal.

"Kami belum tahu sampai kapan, tapi kami berusaha memberikan pelayanan dengan optimal. Perekaman masih terus dilakukan," ujanya.

Kasta mengimbau masyarakat yang mengajukan dokumen kependudukan agar benar-benar memeriksa data yang akan dilaporkan untuk dicatat di Disdukcapil. Karena kesalahan input data dapat berakibat permasalahan hukum perdata maupun pidana.

"Masyarakat juga harus kerepotan karena, harus melakukan proses perbaikan. Untuk perbaikan dilakukan di Disdukcapil langsung. Itu untuk menjaga kualitas data yang dicatatkan," tambahnya.

Sementara Kepala Seksi Identitas Kependudukan Asep Muhamad Yusup mengatakan volume permohonan percetakan KK mengalami peningkatan hingga 25 persen per hari. Hal itu termasuk pemohon percetakan KIA oleh masyarakat.

Garis Kembali ke Khitah Tak Dukung Mendukung Capres Lagi, Minta Anggota Hormati Keputusan MK

"Sejak bulan Mei lalu, semua KK menggunakan barkode, bukan tanda tangan. Sehingga, pasca lebaran ini volume pelayanan meningkat sampai 25 persen dari biasa pelayanan percetakan 400 lembar per hari," ungkapnya.

Asep juga mengimbau masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan, khususnya bagi yang melakukan perpindahan domisili agar segera melakukan proses perpindahan, agar datanya tercatat di Disdukcapil.

"Segara proses dokumen kependudukan agar tercatat. Selain melaporkan, teliti akurasi data yang akan dicatatkan dan lakukan pelaporan sendiri tanpa diwakili, untuk meminimalisir terjadinya kesalahan input data," pungkasnya.

Penulis: Mumu Mujahidin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved