Mengapa Tim Hukum Paslon 01 Cuma Hadirkan Sedikit Saksi?

Dia berkaca dari jalannya sidang kemarin dalam agenda mendengar keterangan saksi Pemohon sebanyak 15 orang yang memakan waktu hingga 21 jam lamanya.

Mengapa Tim Hukum Paslon 01 Cuma Hadirkan Sedikit Saksi?
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
Ketua Tim hukum 01, Yusril Ihza Mahendra saat ditemui sebelum persidangan di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (20/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Ketua tim hukum paslon 01 Yusril Ihza Mahendra mengaku sengaja hanya menghadirkan dua orang saksi fakta karena enggan berlama-lama menyelesaikan sidang sengketa hasil Pilpres di Mahkamah konstitusi hari ini.

Dia berkaca dari jalannya sidang kemarin dalam agenda mendengar keterangan saksi Pemohon sebanyak 15 orang yang memakan waktu hingga 21 jam lamanya.

"Oleh karena kami tidak ingin berlama-lama sidang ini. Tapi kami juga membantah keterangan dalam dalil Pemohon maupun yang diterangkan saksi-saksi, kalau itu relevan," terang Yusril di Gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019).

Selain hal tersebut, pertimbangan lainnya mereka hanya hadirkan dua saksi lantaran dalil TSM dan temuan amplop di Boyolali yang diterangkan saksi paslon 02 kemarin, sudah diklarifikasi oleh pihak Termohon dan Bawaslu.

Sementara soal status Ma'ruf Amin juga sudah dinyatakan selesai oleh Yusril karena hal itu menjadi kewenangan Bawaslu dan PTUN.

Bukan lagi ranah di persidangan MK.

Lebih lanjut, Yusril Ihza Mahendra menjelaskan dirinya sengaja hadirkan Edward Omar Sharif Hiariej sebagai ahli untuk menerangkan sekaligus mengklarifikasi hal itu agar pemahaman masyarakat tidak terpengaruh dengan propaganda yang dibuat paslon 02.

"Jadi biar mengklarifikasi supaya juga jadi pemahaman bagi masyarakat mengetahui bahwa paslon 01 tidak pernah merencanakan adanya kecurangan," pungkasnya.(*)

Editor: Ravianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved