Gempa Pangandaran Sempat Bikin Kaget Warga, Mereka Pun Memilih Keluar Rumah

Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo yang terjadi Jumat (21/6) pukul 17.27 sore berpusat di 92 km tenggara Pangandaran

Gempa Pangandaran Sempat Bikin Kaget Warga, Mereka Pun Memilih Keluar Rumah
Twitter/@infoBMKG
pemberitahuan BMKG gempa Pangandaran 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Gempa berkekuatan 5,2 magnitudo yang terjadi  Jumat (21/6) pukul 17.27 sore berpusat di 92 km tenggara Pangandaran kedalaman 10 km di koordinat 8.51 LS-108.69 sempat bikin kaget warga. Sejumlah warga Pangandaran memilih keluar rumah.

“Saya sempat kaget juga, begitu sampai di rumah barusan kok tetangga pada di luar rumah, anak dan istriku juga di luar rumah. Katanya barusan ada gempa. Jadi pada memilih keluar rumah,” ujar Koordinator Forum Tagana Kabupaten Pangandaran Nana “Nay” Suryana ketika dihubungi Tribun beberapa saat setelah terjadi guncangan gempa Jumat (21/6/2019) sore itu.

Menurut Nana “Nay” saat gempa terjadi ia sedang naik sepeda motor dalam perjalanan dari pantai menuju pulang ke rumahnya di Babakan Pangandaran.

“Waktu gempa tadi saya sedang naik motor mau pulang, jadi tidak merasakan getarannya. Tapi begitu sampai di rumah, saya kaget sendiri kok pada di luar rumah. Rupanya ada gempa. Beruntung informasi dari BMKG cepat diterima dan disebar langsung ke berbagai lapisan masyarakat. Warga nggak sampai panik, Cuma ada yang panik saja, memilih lari keluar rumah. Dan sekarang sudah reda dan aman,” katanya.

Zonasi Bikin Warga Cibiru Kota Bandung Sulit ke Sekolah Negeri, yang Untung Warga Kabupaten Bandung

Menyusul getaran gempa 5,2 magnitudo yang berpusat di Tenggara Pangandaran tersebut menurut Nana “Nay” ia sudah meminta relawan Tagana yang sedang berada di pantai barat dan pantai timur Pangandaran maupun di pantai Batu Hiu dan pantai Batu Karaas untuk memantau kemungkinan adanya dampak gempa.

“Tapi sampai saat ini belum ada laporan dampak kerusakan, kondisi terutama di pantai aman dan kondusif. Kebetulan hari Jumat sore ini kunjungan wisatawan tak begitu banyak,” ujar Nana.

Berbeda dengan kondisi saat terjadinya gempa 5,7 SR yang terjadi hari Minggu (9/6/2019) sekitar pukul 16.42 sore dua minggu lalu. Saat itu kunjungan wisatawan masih cukup membeludak  saat masih suasana liburan lebaran.

“Tadi kunjungan wisatawan tak begitu banyak, beda dengan saat gempa Minggu (9/6/2019) sore beberapa hari setelah lebaran,” katanya.

Tim Saber Pungli Polres Cimahi Masih Menyelidiki Kasus Pungli di SMPN 3 Ngamprah

Pusat gempat 5,7 SR Minggu (9/6) pukul 16.42 lalu berada 88 km barat daya Cilacap di kedalaman 10 km,  dan guncangan gempanya dirasakan cukup kuat di Pangandaran hingga ke Batu Karaas.

Sedangkan gempa 5,2 magnitudo yang terjadi Jumat (21/6) pukul 17.27 sore berpusat di 92 km tenggara Pangandaran kedalaman 10 km.

“Gempa tadi sore, pusat gempanya bergeser ke arah Pangandaran,” ujar Nana.

Dengan kedalaman sama yakni 10 km bawah permukaan laut dan kekuatan guncangannya tidak begitu jauh berbeda serta sama-sama tidak berpotensi tsunami.

Penulis: Andri M Dani
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved