Bupati Garut Akui Lalai Urus Izin Pembangunan Pabrik Hingga Sebabkan Banjir di Leles

Banjir yang kerap melanda Leles dalam dua tahun terakhir mendapat sorotan dari DPD RI. Dalam tiga bulan ke depan, DPD

Bupati Garut Akui Lalai Urus Izin Pembangunan Pabrik Hingga Sebabkan Banjir di Leles
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Bupati Garut, Rudy Gunawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Banjir yang kerap melanda Leles dalam dua tahun terakhir mendapat sorotan dari DPD RI. Dalam tiga bulan ke depan, DPD meminta Pemkab Garut dan Pemprov Jawa Barat segera menyelesaikan persoalan banjir yang dituding karena pembangunan pabrik sepatu milik PT Changsin dan adanya galian C.

Saat terjadi banjir, air bisa menutup lalu lintas di Jalan Leles. Padahal Jalan Leles merupakan jalur utama dari Bandung menuju Garut. Ketika banjir melanda, air sangat deras karena kontur Jalan Leles berada di turunan.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengakui kelalaiannya dalam pengawasan analisa mengenai dampak lingkungan (amdal) PT Changsin. Seharusnya setiap enam bulan ada pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Garut. Namun dinilai Rudy tidak dilakukan dengan baik.

Ia juga menyebut adanya kesalahan dalam izin PT Changsin. Saat pembuatan upaya pengelolaan lingkungan hidup (UKL) dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL) memang ada kesalahan dari DLH. Pasalnya PT Changsin menggunakan UKL/UPL milik salah satu hotel di Kamojang.

"Tapi sekarang UKL/UPL sudah diganti dengan amdal. Cuma amdalnya ini belum dilaksanakan sempurna oleh Changsin. Saluran pembuangan air dari Changsin tidak tertampung dan meluap ke jalan," ucap Rudy usai rapat dengar pendapat dengan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI di aula Kantor Bupati Garut, Jumat (21/6/2019).

BREAKING NEWS, Gempa Pangandaran Sore Ini Terasa Sampai di Ciamis

Ia menyebut, saat ini Changsin sudah mau membuat kolam retensi. Hanya saja air dari kolam tersebut tak akan tertampung jika dibuang ke drainase yang ada. Pemkab Garut bersama Pemprov Jawa Barat akan segera memperbesar drainase yang ada di Leles untuk antisipasi banjir.

"Kolam ini lagi dibuat, ada waktu tiga bulan selesaikan. Drainasenya kan kecil, kami minta (diperbesar) dua meter kiri kanan. Provinsi sudah lakukan itu karena jalurnya memang jalan provinsi," katanya.

Terkait galian C, Rudy menyetujui untuk melakukan penertiban. Pasalnya keberadaan galian C berakibat pada potensi longsor. Meski izin galian C berada di provinsi, namun pihaknya punya rekomendasi untuk pencabutan izin jika sudah merusak lingkungan.

Bus Damri dari Bandung akan Berangkat ke Bandara Kertajati Setiap Dua Jam Sekali, Mulai Pukul 02.00

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved