Besi dan Baut Rel Kereta Api Sering Hilang, PT KAI dan Polisi Data Penampung Barang Bekas

Selain kerugian materi, pencurian besi dan baut rel kereta api juga membahayakan keamanan pengguna kereta api.

Besi dan Baut Rel Kereta Api Sering Hilang, PT KAI dan Polisi Data Penampung Barang Bekas
Tribun Jabar/Zelphi
Ilustrasi--- Selama 2019, kasus pencurian besi dan baut rel kereta api sering terjadi di PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar). 

TRIBUNJABAR.ID- Selama 2019, kasus pencurian besi dan baut rel kereta api sering terjadi di PT KAI Divisi Regional (Divre) II Sumatra Barat (Sumbar).

Manajer Keamanan PT KAI Divre II Sumbar, Jefry Indrajaya, mengatakan pencurian besi dan baut rel kereta api merugikan PT KAI puluhan juta rupiah. 

Selain kerugian materi, pencurian fasilitas kereta api juga membahayakan keamanan pengguna kereta api di Sumbar.

"Sudah ada tujuh kasus pencurian seperti besi rel, baut, selama 2019. Kerugian mencapai puluhan juta rupiah," kata Jefry Indrajaya, Kamis (20/6/2019) di Kantor PT KAI Divre II Sumbar di Simpang Aru, Padang.

Berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian, kata Jefry, mayoritas pelaku pencurian fasilitas milik PT KAI ini adalah anak-anak dan remaja.

Mereka mencuri besi dan baut rel untuk dijual kepada penampung barang bekas.

PT KAI Mulai Bangun Rel Cibatu-Garut, Target Beres September, Bandung-Garut Bisa Pakai Kereta Api

PT KAI Resmikan Tarif KA Galunggung dan KA Pangandaran, Berikut Harga Tiket Mulai 1 Juli

Pencurian itu paling banyak terjadi di jalur rel di kawasan Teluk Bayur dan Bukit Putus, Indarung, Padang. Rel tersebut sering dilintasi KA yang mengangkut hasil produksi PT Semen Padang.

Jefry mengimbau masyarakat agar sama-sama menjaga aset PT KAI yang juga fasilitas umum milik negara. Apalagi pencurian baut dan besi rel kereta api berakibat pada ancaman keamanan umum.

Untuk mencari pelaku dan meminimalisasi kejadian serupa, PT KAI bersama kepolisian mendata semua penampung barang bekas, guna mendeteksi siapa-siapa pelaku kejahatan tersebut. 

"Penampung barang bekas kami data dan kami minta melaporkan bila ada yang menjual barang-barang milik PT KAI," ujarnya.

Selain pencurian, menurut Jefry, sepanjang 2019 kereta api di Sumatra Barat juga mengalami kasus pelemparan batu sebanyak 14 kali.

Kejadian terbaru, KA Bandara Minangkabau Express dilempari batu oleh orang tidak dikenal pada Senin (17/6/2019) lalu, saat melintasi kilometer 24 antara Stasiun Duku dengan Stasiun Tabing. (Rinaldi)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Besi dan Baut Rel Sering Dicuri, PT KAI Sumbar Data Pengumpul Barang Bekas

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved