Tanpa Saksi, KPU Hanya Ajukan 2 Ahli ke Mahkamah Konstitusi, 1 Tak Hadir di Persidangan

Pihak KPU yang menjadi termohon sengketa hasil Pilpres 2019 itu tidak mengajukan saksi.

Tanpa Saksi, KPU Hanya Ajukan 2 Ahli ke Mahkamah Konstitusi, 1 Tak Hadir di Persidangan
Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Foto Ketua KPU Arief Budiman di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (12/6/2019) 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Dalam persidangan sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), tim kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) RI, hanya mengajukan dua ahli.

Pihak KPU yang menjadi termohon sengketa hasil Pilpres 2019 itu tidak mengajukan saksi.

"Dari pihak termohon mencermati, melihat perkembangan persidangan, saksi yang diajukan pemohon. kami berkesimpulan tidak mengajukan saksi," kata kuasa jukum KPU RI, Ali Nurdin, saat bicara di ruang sidang lantai 2 gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis (20/6/2019).

Tim kuasa hukum KPU RI mengajukan ahli untuk bersaksi di persidangan. Ahli pertama, yaitu Marsudi.

Marsudi merupakan ahli di bidang informasi teknologi (IT).

Prabowo Ternyata Pantau Sidang MK dari Tempat Ini, Intip Fotonya Nih, Ia Sempat Beri Pesan Penting

Dicecar Habis-habisan, Saksi Tim Prabowo Kebelet Pipis, Ekspresi Tak Tahannya Buat Hakim MK Terkekeh

"Kami mengajukan satu orang ahli, yaitu bapak Profesor Ir Marsudi, ahli dalam bidang IT. Profesor pertama di Indonesia dan juga arsitek IT di KPU," kata Ali Nurdin.

Selain mengajukan Marsudi, KPU mengajukan ahli Administrasi Tata Negara, Riawan Tjandra, tapi tidak dihadirkan ke persidangan.

"Riawan Candra, kami ajukan dalam bentuk tulisan. Sudah kami ajukan di bawah (gedung MK,-red)" katanya. (Glery Lazuardi)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPU Hanya Ajukan Ahli ke Sidang Sengketa Hasil Pilpres

Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved