Selama Ditahan, Setya Novanto Sudah 48 Kali Dirujuk ke Rumah Sakit, Ini Daftar Penyakitnya

Sejak dari KPK yang bersangkutan sudah 26 kali dirujuk ke rumah sakit. Kemudian kedua, Setnov masuk ke Lapas Sukamiskin pada

Selama Ditahan, Setya Novanto Sudah 48 Kali Dirujuk ke Rumah Sakit, Ini Daftar Penyakitnya
istimewa
Kakanwil Kemenkum HAM Jabar Liberti Sitinjak dan Kadiv Pas, Abdul Aris saat menjenguk Setnov di RS Santosa, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG - Tim dokter Kanwil Kemenkum HAM Jabar menyebutkan Setya Novanto didiagnosis menderita gangguan jantung koroner, diabetes hingga saraf tulang belakang kejepit dan vertigo.

Setnov panggilan akrabnya, kini menjalani hukuman di Rutan Gunung Sindur setelah terciduk pelesiran ke toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (14/6/2019).

"Sejak dari KPK yang bersangkutan sudah 26 kali dirujuk ke rumah sakit. Kemudian kedua, Setnov masuk ke Lapas Sukamiskin pada 4 Mei 2018 dan hingga kini sudah dirujuk 22 kali," ujar dr Mayrina, anggota tim dokter Kanwil Kemenkum HAM saat ditemui di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kamis (20/6/2019).

Sementara itu, dr Susi, dokter khusus Lapas Sukamiskin menyebutkan pihaknya mendapat rekomendasi dari dr Hadi Pranata selaku dokter spesialis saraf RSPAD Gatot Soebroto, bahwa Setnov harus menjalani perawatan.

"Bahwa Setnov harus menjalani perawatan lanjutan tiap dua minggu untuk fisio terapi. Untuk gangguan koronernya sudah dipasang dua ring," ujarnya.

Sementara itu, dua ASN di Lapas Sukamiskin dijatuhi hukuman disiplin buntut pelesiran terpidana korupsi KTP elektronik Setya Novanto ke toko keramik di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Satu ASN berinisial YAP sebagai komandan jaga dan satu lagi, SS selaku pengawal Setnov.

Jalur Kereta Api Cibatu-Garut Mulai Dibangun, September 2019 Bisa Diuji Coba

YAP ‎dikenakan sanksi hukuman disiplin sedang berupa penundaan kenaikan pangkat selama 1 tahun dan pada SS dikenakan hukuman disiplin berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama 1 tahun.

"Satu orang yang dijatuhi hukuman disiplin ini ‎tergolong PNS baru, lulusan 2017," ujar Kepala Lapas Sukamiskin Bandung, Tejo Herwanto di Jalan AH Nasution, Kamis (20/6). Hal itu juga dibenarkan oleh Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Liberti Sitinjak.

"Iya, PNS baru itu, orangnya masih muda, usia 20-an lebih," ujar Sitinjak.

Halaman
1234
Penulis: Mega Nugraha
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved