Pemulihan Psikis Para Bocah yang Nobar Adegan Seks Langsung Pasutri Butuh Penanganan Cepat

KPAID Kabupaten Tasikmalaya memastikan akan tetap fokus mendamping kasus mempertontonkan adegan seks suami istri pada sejumlah bocah.

Pemulihan Psikis Para Bocah yang Nobar Adegan Seks Langsung Pasutri Butuh Penanganan Cepat
tribunjabar/isep heri
Satu dari enam bocah yang nobar adegan ranjang mendatangi KPAID Tasikmalaya 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya memastikan akan tetap fokus mendamping kasus mempertontonkan adegan seks suami istri pada sejumlah bocah.

Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto mengatakan saat ini pihaknya lebih fokus untuk mendamping pemulihan kondisi psikis para anak-anak yang nobar langsung adegan ranjang yang dilakukan pasutri ES dan LA warga Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya.

"Selain itu kami akan konsisten melakukan pendampingan hukumnya dari awal sampai akhir mengenai kasus ini," kata dia saat ditemui, Kamis (20/6/2019).

Menurutnya penanganan untuk memulihakan psikis anak-anak harus cepat dilakukan agar tidak menimbulkan risiko yang lebih parah pascamenonton hal yang tak pantas dipertontonkan tersebut.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan P2TP2A untuk memulihkan anak-anak yang butuh penanganan cepat, kami lihat anak-anak mengalami trauma," jelasnya.

Kejiwaan Pasutri yang Beradegan Ranjang di Depan Anak-anak Akan Diperiksa, Motif Ekonomi Tak Kuat

Karena, lanjut dia, dampak dari tontonan langsung adegan ranjang itu beberapa anak bahkan melakukan imitasi dari apa yang mereka saksikan.

"Dampaknya kami temukan bahwa empat anak melakukan cabul pada balita berusia 4 tahun yang masih di sekitar rumah mereka," ucapnya.

Sebelumnya, kelakuan pasutri asal Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya ES (24) dan LA (24) sungguh mencengangkan.

Kabar Terkini Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang pada Anak, Sama-sama Pernah Menikah Sebelumnya

Pasalnya, pasangan muda suami istri itu mempertontonkan adegan ranjang di hadapan sejumlah bocah yang berada di sekitar rumahnya.

Untuk menyaksikan adegan panasnya itu, para bocah mesti iuran untuk membeli rokok dan kopi pada pelaku.

Parahnya lagi, kejadian itu berlangsung pada Bulan Ramadan kemarin.

Kejadian itu ramai ke telinga warga saat sejumlah bocah menceritakan kelakuan pasutri itu pada guru ngaji di kampungnya.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved