Kejiwaan Pasutri yang Beradegan Ranjang di Depan Anak-anak Akan Diperiksa, Motif Ekonomi Tak Kuat

Pasalnya, pasangan muda suami istri ( pasutri ) itu mempertontonkan adegan ranjang di depan sejumlah bocah di sekitar rumah mereka.

Kejiwaan Pasutri yang Beradegan Ranjang di Depan Anak-anak Akan Diperiksa, Motif Ekonomi Tak Kuat
Tribun Jabar/Isep Heri
Pasutri ES (24) dan LA (24) mennegakan jaket jins, pelaku yang mempertontonkan secara langsung adegan ranjang di hadapan sejumlah bocah, saat diperiksa di Mapolres Tasikmalaya Kota, Selasa (18/6/2019) petang. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Isep Heri

TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA- Kelakuan  ES (24) dan LA (24), pasutri asal Warga Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya, membuat geger.

Pasalnya, pasangan muda suami istri ( pasutri ) itu mempertontonkan adegan ranjang di depan sejumlah bocah di sekitar rumah mereka.

Parahnya lagi, aksi mempertontonkan adegan ranjang kepada anak-anak itu berlangsung pada bulan Ramadan lalu.

ES dan LA  sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan Polres Tasikmalaya Kota.

Hingga kini, polisi belum bisa memastikan motif dari pasutri itu dan terus menggali keterangan para saksi.

Kabar Terkini Pasutri Pertontonkan Adegan Ranjang pada Anak, Sama-sama Pernah Menikah Sebelumnya

Terungkap, Fakta Terbaru Nobar Adegan Seks Pasutri di Tasikmalaya, Anak Pasutri Itu Juga Ikut Nonton

"Perkembangan sampai saat ini masih melengkapi keterangan saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti," kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Dadang Sudiantoro saat ditemui, Kamis (20/6/2019).

"Pelaku hingga saat ini tidak mengakui tapi meski begitu penyidik tidak mengejar pengakuan tapi mengejar alat bukti," lanjutnya.

Polisi menduga motif ekonomi tidak terlalu kuat dan menduga ada motif lain yang mesti dipastikan di antaranya orientasi seks menyimpang yang diakibatkan kejiwaan dari pelaku.

"Untuk selanjutnya kami akan berkordinasi dengan ahli kejiwaan untuk memastikan motif dari pelaku ini," kata dia.

Sementara itu untuk memulihkan kondisi traumatik yang dialami anak-anak yang menjadi korban, polisi terus berkoordinasi dengan KPAID dan P2TP2A untuk pendampingan.

Penulis: Isep Heri Herdiansah
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved