Kampanyekan Pencegahan Stunting, Ahli Gizi Minta Gadis Remaja Lakukan Hal Ini

Meski tingkat angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi, hal tersebut bisa ditanggulangi.

Kampanyekan Pencegahan Stunting, Ahli Gizi Minta Gadis Remaja Lakukan Hal Ini
TribunCirebon.com/Eki Yulianto
Ahli gizi dari Persatuan Gizi (PERSAGI) Kabupaten Indramayu, Diah Reski Andriani saat melakukan sosialisasi pencegahan stunting di Hotel Wiwi Perkasa II Indramayu, Kamis (20/6/2019) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Stunting adalah fenomena tinggi badan anak-anak tidak normal pada seusianya akibat kurangnya gizi.

Hal tersebut disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemwenkominfo), Wiryanta, saat melakukan sosialisasi pencegahan stunting di Hotel Wiwi Perkasa II Indramayu, Kamis (20/6/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, permasalahan gagal tumbuh ini tanpa disadari akan berdampak pada kurangnya daya tangkap otak anak.

"Jelas stunting ini berdampak buruk untuk generasi kemajuan Indonesia kedepannya," ujar Wiryanta.

Ade Melukis di Atas Tujuh Kanvas Hanya Perlu 1 Jam, Itu Pun dengan Mata Tertutup

Di tempat yang sama, seorang ahli gizi dari Persatuan Gizi (PERSAGI) Kabupaten Indramayu, Diah Reski Andriani menambahkan, stunting ini disebabkan oleh beberapa faktor.

Disebutkan dia, karena pola asuh ibu yang kurang baik terhadap balita pada saat pemberian makan dan asupan gizi mulai pada tahap kehamilan sampai dengan 1.000 hari pertama anak dilahirkan.

"Kondisi melahirkan yang kekurangan nutrisi ini faktor utama yang menyebabkan stunting itu terjadi," ujar dia.

Meski tingkat angka stunting di Indonesia termasuk yang tertinggi, lanjut Diah Reski Andriani, hal tersebut bisa ditanggulangi.

Beberapa cara yang bisa dilakukan di antaranya, pada saat usia remaja penting bagi setiap perempuan mendapatkan gizi yang cukup sehingga memasuki jenjang pernikahan dan proses kehamilan nanti memiliki nutrisi yang baik untuk janin yang dikandungnya.

Peningkatan gizi ini bisa dilakukan dengan memperbanyak makan buah-buahan dan sayuran.

"Hal tersebut juga harus diimbangi dengan kondisi lingkungan yang sehat," ujarnya.

Donor Darah, Polres Garut Siap Bantu Penderita Thalasemia Jika Stok Darah Kurang

Disdik Kabupaten Bandung Minta Swasta Elit Sediakan 10 Persen Akses Bagi Siswa Kurang Mampu

Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Cirebon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved