Hakim di Pengadilan Negeri Cianjur Pun Dites Urine, Upaya Pembinaan dan Pencegahan dari BNN

Para hakim dan pegawai Pengadilan Negeri Cianjur dites urine oleh BNN Kabupaten Cianjur.

Hakim di Pengadilan Negeri Cianjur Pun Dites Urine, Upaya Pembinaan dan Pencegahan dari BNN
tribunjabar/ferri amiril mukminin
Tes Urine di Pengadilan Negeri Cianjur 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Para hakim dan pegawai Pengadilan Negeri Cianjur dites urine oleh BNN Kabupaten Cianjur. Sebelumnya puluhan hakim dan pegawai pengadilan di sana mendapat materi dan pembekalan seputar narkoba yang berhubungan dengan kebijakan hakim dalam mengambil keputusan.

Selesai mengikuti pembekalan puluhan hakim dan pegawai pengadilan langsung mengambil toples kecil untuk diambil urine dan diperiksa di laboratorium BNN.

Kepala Pengadilan Negeri Cianjur Teguh Sarosa, mengatakan, bahwa pembekalan dan tes urine pegawai pengadilan selaras dengan program nasional yang memang sudah berjalan dan rutin dilaksanakan.

Ia mengatakan, tes urine dan pembekalan materi diikuti oleh semua hakim dan pegawai pengadilan negeri.

"Kegiatan yang dilakukan hari ini kepada segenap pegawai pengadilan dan hakim memang sudah menjadi jadwal rutin," ujar Teguh, Kamis (20/6/2019).

Teguh mengatakan, jika ada pegawai atau hakim yang posisitf maka akan ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Jembatan Darurat Ambruk, Anak-anak Desa Lidi Flores Bertaruh Nyawa ke Sekolah

"Semua sama di mata hukum, jika ada pegawai kami atau hakim yang positif maka kami akan berlakukan sesuai dengan undang-undang," katanya.

Ia berharap tak terjadi penyalahgunaan di lingkungan pengadilan negeri Cianjur, pasalnya semua sudah tahu selaku ASN untuk mentaati aturan yang ada seputar bahaya narkoba dan undang-undang yang bisa menjerat pengedar dan pemakai.

Kepala BNN Kabupaten Cianjur, AKBP Dr Basuki SH MH, mengatakan tes urine dilakukan kepada pegawai dan hakim bukan karena adanya indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan pengadilan, tapi lebih kepada pembinaan dan pencegahan.

"Kami mempunyai program yang disampaikan kepada semua lembaga termasuk pengadilan negeri. Tes urine untuk pembinaan bukan karena ada indikasi tapi menjaga lingkungan pengadilan negeri lembaga yang terhormat ini dari bahaya narkoba," kata Basuki

Ia mengatakan, materi penyuluhan yang disampaikan sama menggunakan bahan komprehensif memberi informasi agar ke depan sebagai pemegang kebijakan pemutus perkara ada hal tambahan yang bisa menjadi pertimbangan.

Dua Muncikari di Indramayu Ditangkap Polisi, Sediakan PSK Bertarif Rp 100 Ribu Sekali Kencan

Penulis: Ferri Amiril Mukminin
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved