Dugaan Ada Oknum Polisi Terlibat dalam Kasus Novel yang disebut Anggota TGPF Diharapkan Makin Jelas

Tim hukum penyidik senior KPK Novel Baswedan berharap ada kemajuan dari hasil penyidikan tim gabungan pencari fakta (TGPF)

Dugaan Ada Oknum Polisi Terlibat dalam Kasus Novel yang disebut Anggota TGPF Diharapkan Makin Jelas
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Penyidik KPK Novel Baswedan memberikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/2/2018). Novel kembali ke Indonesia setelah sepuluh bulan menjalani operasi dan perawatan mata di Singapura akibat penyerangan air keras terhadap dirinya. 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA -- Tim hukum penyidik senior KPK Novel Baswedan berharap ada kemajuan dari hasil penyidikan tim gabungan pencari fakta (TGPF) kasus penyiraman air keras oleh orang tak dikenal terhadap Novel.

Salah satu tim hukum Novel, Alghiffari Aqsa, dikutip dari Kompas.com, menuturkan, satu poin yang ingin dikembangkan oleh pihaknya adalah adanya dugaan kuat keterlibatan oknum anggota kepolisian dalam kasus Novel.

"Kita hadir di sini dengan harapan besar karena ada satu poin penting yang disampaikan bulan lalu oleh salah satu tim TGPF, yaitu adanya dugaan kuat keterlibatan oknun anggota kepolisian dalam kasus kekerasan terhadap Novel," ujar Aqsa sebelum masuk ke Gedung KPK untuk mendampingi Novel dalam pemeriksaan oleh penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (20/6/2019).

Novel Baswedan Kembali Akan Diperiksa Polisi di KPK pada Kamis 20 Juni 2019

Selama ini, lanjut Aqsa, pelaku yang diisukan mengarah kepada preman.

Namun, hal tersebut tidak ada titik terang dari tim penyidik.

Tim kuasa hukum penyidik KPK, Novel Baswedan, mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).
Tim kuasa hukum penyidik KPK, Novel Baswedan, mendatangi Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). (CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.com)

Aqsa menegaskan, sudah berkali-kali pihaknya mengatakan ada keterlibatan anggota kepolisian dan jenderal di balik penyiraman terhadap Novel.

"Baru bulan lalu ada konfirmasi dari salah satu anggota tim gabungan bahwa ada dugaan kuat keterlibatan anggota kepolisian," sambungnya.

Untuk itu, seperti diungkapkan Aqsa, pihaknya ingin mengklarifikasi penemuan tersebut dan mendesak fakta-fakta baru dieksplorasi di pemeriksaan kasus Novel.

Kasus Penyiraman Air Keras Telah 700 Hari Berlalu, Kuasa Hukum Novel Baswedan Minta KPK Menanganinya

Pada 11 April 2017, seusai melaksanakan shalat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya, Novel tiba-tiba disiram air keras oleh dua pria tak dikenal yang mengendarai sepeda motor.

Cairan itu mengenai wajah Novel. Kejadian tersebut berlangsung begitu cepat sehingga Novel tak sempat mengelak.

Tak seorang pun yang menyaksikan peristiwa tersebut.

Sejak saat itu, Novel menjalani serangkaian pengobatan untuk penyembuhan matanya.

Ia harus beberapa kali bepergian dari Indonesia ke Singapura untuk menjalani pengobatan.

Selama dua tahun, kasus ini belum tuntas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tim Hukum Ingin Ada Perkembangan Dugaan Keterlibatan Oknum Polisi dalam Kasus Novel"

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved