Awalnya Tak Percaya Polisi, di Sidang Pledoi, Habib Bahar Ucapkan Terima Kasihnya pada Polri

Habib Bahar bin Smith mengatakan alasan dirinya tidak melaporkan Hairul Umam Al Muzzaki dan Cahya Abdul Jabbar karena sempat tidak percaya pada Polri

Awalnya Tak Percaya Polisi, di Sidang Pledoi, Habib Bahar Ucapkan Terima Kasihnya pada Polri
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Habib Bahar bin Smith digiring petugas memasuki ruang sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Kamis (13/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG -Terdakwa kasus penganiayaan dua anak di bawah umur, Habib Assayid Bahar bin Smith, mengatakan alasan dirinya tidak melaporkan Hairul Umam Al Muzzaki dan Cahya Abdul Jabbar karena sempat tidak percaya pada Polri.

Hairul Umam dan Cahya mengaku-ngaku sebagai Habib Bahar saat di Bali, dirinya mengetahui hal itu setelah mendapat laporan.

Bahar kemudian kemanggil keduanya ke pesantren dan menganiaya Umam dan Jabbar.

Selama Ditahan, Setya Novanto Sudah 48 Kali Dirujuk ke Rumah Sakit, Ini Daftar Penyakitnya

"Adapun kenapa saya tidak melaporkan kejadian tersebut, yang mulia saya jujur saya kehilangan kepercayaan kepada para penegak hukum yang ada di Indonesia khususnya kepolisian," ujar Bahar dalam pledoi lisan di persidangan, Kamis (20/6/2019).

Penganiayaan Habib Bahar terendus berkat beredarnya video dirinya sedang menganiaya di sebuah lapang kemudian orang tua korban melaporkannya ke polisi.

Kasus Bahar kemudian dilimpahkan ke Ditreskrimum Polda Jabar dan akhirnya disidangkan di PN Bandung dengan meminjam tempat Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

"Karena selama ini kami membuat laporan tidak pernah ditanggapi adapun ketika kami yang terlapor secepat kilat dari saksi jadi tersangka, dari tersangka langsung ditahan. Oleh karenanya dengan alasan itulah kami tidak membuat laporan," ujar dia.

Namun, kini ia memiliki pandangan lain pada polisi. Di awal pembelaannya, ‎ia sempat menyampaikan puji-pujian pada majelis hakim, jaksa, dan polisi.

"Yang saya cintai, saya hormati dan saya muliakan majelis hakim, jaksa, kuasa hukum dan polisi dari Ditreskrimum Polda Jabar, terima kasih atas pendampingan terhadap saya selama kasus ini berjalan," ujar Bahar.

Pesawat Batik Air Tergelincir di Bandara Husein Bandung

Seperti diketahui, ‎Bahar dituntut pidana penjara selama 6 tahun ole jaksa karena terbukti melakukan tindak pidana Pasal 333 ayat 3, Pasal 170 ayat 3 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana dan Pasal 80 Undang-undang Perlindungan Anak.

‎"Saya tidak ada niat untuk menganiaya kedua korban tersebut. Saya hanya ingin tabayun, ingin cari tahu, ingin klarifikasi betul atau tidaknya. Saya memang orang yang keras, jikalau saya ingin tanpa mencari tahu, membabi buta, tidak mungkin saya suruh murid saya menjemput dan bawa ke pondok," ujar Bahar.

"Saya punya ratusan ribu murid di daerah Jabar apalagi di Bogor. Kalau saya punya niat jelek, bisa saja saya suruh murid saya menghabisi dia di jalan tanpa mengotori tangan saya, kalau saya punya niat jelek," ujarnya.

Massa Pendukung Habib Bahar bin Smith Tiduran dan Selonjoran di Aspal Jalan Seram Bandung

Hari Ini, Bahar bin Smith Bacakan Pledoi dalam Sidang Kasus Penganiayaan

Penulis: Mega Nugraha
Editor: Seli Andina Miranti
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved