Sengketa Pilpres 2019

Yusril: Saksi Fakta Kok Kayak Saksi Ahli

Saksi fakta harusnya berbicara soal kejadian apa yang ia alami, dan apa yang ia tahu.

Editor: Ravianto
live streaming kompas tv
Saksi Prabowo-Sandiaga Uno, Agus Muhammad Maksum. 

Laporan wartawan tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra menyebut saksi fakta pertama yang dihadirkan oleh tim hukum Prabowo-Sandi, Agus Maksum berbicara layaknya ahli.

Saksi fakta harusnya berbicara soal kejadian apa yang ia alami, dan apa yang ia tahu.

Saksi fakta tidak boleh berbicara soal pendapat dan analisisnya sendiri.

"Saksi seperti ahli kenapa? Apa yang dia alami, apa yang dia tahu. Jadi saksi tidak boleh analisis. Jadi itu kan tidak boleh. Ahli baru boleh berpendapat," ungkap Yusril saat jeda sidang di MK, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).

"Tapi saksi tidak boleh menganalisis dan tidak boleh menilai, bahwa ini manipulasi, ini KTP palsu. Saksi boleh hanya menerangkan apa yang dia lihat, mendengar apa yang dia saksikan," imbuh dia.

5 Bom Aktif yang Ditemukan di Jalan Sukalila Cirebon Akhir Pekan Lalu Ternyata Jenis Bom Ini

Rahmad Darmawan Sebut Persib Bandung Kini Sudah Berubah, Begini Penilaiannya

Lebih lanjut menurutnya, saksi pertama yang dihadirkan paslon 02 sama sekali tidak menerangkan apa-apa.

Apalagi keterangannya dicampuradukkan antara saksi dengan ahli.

Selain itu, menurutnya Agus Maksum tidak tahu ketika ditanya soal hak pilih 17 DPT.

Padahal bila menuding ada manipulasi data, hal itu harus punya korelasi dengan kemenangan Jokowi-Ma'ruf dan kekalahan Prabowo-Sandi seperti yang diumumkan oleh KPU RI sebelumnya.

"Padahal kalau terjadi kecurangan harus dijelaskan kenapa penyebab Prabowo menang dan apa yang menyebabkan Prabowo kalah. Ini tidak jelas diuraikan," ungkap dia.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved