Status Papandayan dan Guntur CA atau TWA? Masih Belum Jelas

Proses perubahan status Cagar Alam (CA) Papandayan dan Guntur menjadi Taman Wisata Alam (TWA) masih belum menemui titik temu.

Status Papandayan dan Guntur CA atau TWA? Masih Belum Jelas
Tribun Jabar/Firman Wijaksana
Objek wisata Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan dipadati ribuan wisatawan yang menghabiskan libur Lebaran 2019, Minggu (9/6). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Proses perubahan status Cagar Alam (CA) Papandayan dan Guntur menjadi Taman Wisata Alam (TWA) masih belum menemui titik temu. Kementerian Lingkungan Hidup telah meminta untuk menyerap aspirasi terkait perubahan itu.

Kepala BKSDA Wilayah III Ciamis, Himawan Sasongko mengatakan, pihaknya saat ini masih menyerap aspirasi terkait status kawasan Papandayan dan Guntur yang sempat menjadi polemik.

Untuk diketahui BKSDA Wilayah III Ciamis menaungi Seksi Konservasi Wilayah V Garut. Menurut Himawan untuk penetapan status tersebut harus ada dialog yang dilakukan untuk membahasnya.

"Solusinya itu tidak bisa terjadi dengan cepat. Butuh proses dalam menentukan langkah ke depannya," ujar Himawan saat menggelar dialog dengan aktivis lingkungan dan warga di Kecamatan Samarang, Rabu (19/6/2019).

Aktivis Garut Tolak Penurunan Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

Ia menyebut semua aspirasi yang masuk tentang kedua kawasan itu akan ditampung. Pemerintah sedang mencari solusi yang terbaik agar kebijakan yang diambil bisa diterima semua kalangan

"Dialog ini tak cukup sekali. Perlu ada pemahaman bersama agar nanti bisa mengambil langkah tepat," katanya.

Menurutnya, saat Guntur berstatus CA faktanya sudah banyak alih fungsi yang terjadi. Masyarakat sekitar sudah mengelola pendakian dan manfaat ekonomi langsung. Padahal seharusnya status CA tak bisa dimanfaatkan seperti itu.

"Ada juga proses peralihan dari penggali pasir sekarang jadi kelola wisata. Ada untungnya juga jadi masyarakat tak kembali menggali pasir," ucapnya.

Ini Latar Belakang Perubahan Fungsi Kawasan Kamojang dan Papandayan yang Semula Cagar Alam

Masyarakat juga tak dirugikan karena rela melakukan ahli fungsi. Pasalnya penggalian di Guntur juga sudah jadi polemik yang berkepanjangan. Dengan adanya alih fungsi menjadi pengelola wisata, masyarakat tentu bisa lebih menjaga alam.

"Proses ini butuh jembatan yang harus dibangun. Saling tahu bagaimana aturannya," katanya.

Terkait kerusakan yang terjadi, pihaknya pun secara perlahan terus memberikan pemahaman dan sosialisasi. Kesadaran itu sangat penting agar semua kalangan bisa menjaga kelestarian alam di Guntur dan Papandayan.

"Ini masih panjang pembahasannya. Intinya biar semua pihak tak ada yang dirugikan dan saling memahami rencana yang dibuat pemerintah," ujarnya. (firman wijaksana)

Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved