Sidang Sengketa Pilpres 2019

Saksi Pasangan 02 Prabowo-Sandi Ditegur Hakim MK karena Gunakan Istilah Siluman dan Manipulatif

Saksi Agus Muhammad Maksum dari pasangan Prabowo-Sandi ditegur hakim MK karena menggunakan istilah siluman dan manipulatif.

Saksi Pasangan 02 Prabowo-Sandi Ditegur Hakim MK karena Gunakan Istilah Siluman dan Manipulatif
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Suasana sidang perdana sengketa pilpres 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Saksi Agus Muhammad Maksum yang dihadirkan dihadirkan oleh tim hukum pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ditegur oleh Hakim Konstitusi Suhartoyo dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Agus ditegur karena berulang kali menggunakan istilah 'siluman' dan 'manipulatif'.

"Anda dari tadi menggunakan istilah siluman dan manipulatif. Jangan gunakan istilah atau diksi seperti itu," ujar Suhartoyo.

Menurut Suhartoyo, penggunaan istilah siluman dan manipulatif adalah istilah yang menyatakan pendapat.

Sementara, Agus dihadirkan sebagai saksi fakta yang tidak boleh berpendapat dan menilai sesuatu.

Suhartoyo meminta Agus menggunakan istilah yang lebih netral.

Hanya Bisa Imbang, Bojan Malisic Bersyukur, Akui Persib Bandung Bisa Saja Kalah Lawan Tira Persikabo

7 Polisi Alami Kecelakaan, Ditabrak Mobil Boks Usai Amankan Laga Persib Bandung vs Tira Persikabo

Misalnya, cukup mengatakan ada data yang tidak sesuai dengan data pembanding. Sebelumnya, Agus menyebutkan ada daftar pemilih tetap (DPT) siluman dan kartu keluarga manipulatif.

Sidang Disirakan Langsung

Sidang ketiga sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK) digelar hari ini, Rabu (18/6/2019). Anda dapat menyaksikannya melalui link live streaming yang disematkan di akhir tulisan ini.

Dalam sidang ketiga ini, MK mengagendakan mendengarkan keterangan saksi pihak pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemohon.

Halaman
1234
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved