Ramadan dan Lebaran, Begini Okupansi di OYO Hotel & Homes

Ramadan dan Lebaran sudah berlalu. Biasanya pada saat Ramadan okupansi hotel tidak mengalami kenaikan siginifikan

Ramadan dan Lebaran, Begini Okupansi di OYO Hotel & Homes
Tribunjabar/Siti Fatimah
Satu kamar hotel D'Batoe Boutique Hotel Jalan Pasirkaliki, Bandung. Hotel ini menjadi salah satu hotel yang tergabung dalam jaringan OYO Hotels. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ramadan dan Lebaran sudah berlalu. Biasanya pada saat Ramadan okupansi hotel tidak mengalami kenaikan siginifikan bahkan cenderung biasa saja.

Namun pada tahun ini, OYO Hotel & Homes mencatat kenaikan cukup signifikan pada saat Ramadan termasuk Lebaran 2019. Tercatat, selama masa tersebut, kenaikan pemesanan hotel jaringan OYO mencapai 540 % dibanding libur Natal dan tahun baru 2018.

Bayu Seto, Region Head Java OYO Indonesia mengatakan, ada tren peningkatan pada Ramadan dan Lebaran tahun ini. Kenaikan pemesanan kamar mencapai puncaknya ketika memasuki masa libur Lebaran. Bahkan tingkat okupansi tetap naik meski sudah 2 pekan setelah Lebaran.

"Kami telah mengantisipasi adanya kenaikan tren ini dengan fokus memberikan ragam pilihan akomodasi berkualitas dengan harga terjangkau diberbagai kategori produk OYO," kata Bayu di D'Batoe Boutique Hotel Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Rabu (19/6/2019).

Fakta Baru, Pengakuan Bocah yang Ikut Nobar Adegan Ranjang Pasutri di Tasikmalaya, Bayar Rp 1.000

Menurutnya, sebagai salah satu wilayah destinasi tujuan wisata favorit masyarakat Jabodetabek, kota Bandung menjadi salah satu kota besar di Indonesia dengan pemesanan sebanyak 44.000 kali selama Ramadan dan libur Lebaran 2019. Rata-rata pemesanan terjadi setiap 1 menit. Tren pemesanan ini bahkan tetap berlanjut hingga musim Lebaran usai.

"Hingga dua pekan setelah Lebaran, secara nasional tingkat okupansi hotel-hotel OYO tetap menunjukkan angka kenaikan," katanya.

Peningkatan okupansi, menurutnya selain didukung lebih dari 40 hotel dan 1.522 kamar, tapi juga ditunjang dengan layanan yang diberikan OYO mulai dari fasilitas kamar yang harus nyaman hingga memperhatikan kebersihan dan service dari OYOpreneurs (sebutan untuk karyawan hotel jaringan OYO yang sudah mendapat pelatihan dan sertivikasi).

"Kami memperhatikan nilai-nilai lokal. Memahami dinamikan dan kultur masyarakat lokal menjadi sangat penting untuk memastikan layanan terbaik bagi tamu dan mitra kami," katanya.

Soal Data KTP Invalid atas Nama Dudung di Pangalengan, Jubir BTN Sebut Saksinya Dijebak KPU

Penulis: Siti Fatimah
Editor: Ichsan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved