Ini Kata Ridwan Kamil Soal Sanksi bagi ASN Dinsos yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hukuman akan diberikan kepada SR (50), oknum pekerja sosial di Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jabar

Ini Kata Ridwan Kamil Soal Sanksi bagi ASN Dinsos yang Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Tribun Jabar/ Muhamad Syarif Abdussalam
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan hukuman akan diberikan kepada SR (50), oknum pekerja sosial di Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Jabar ( Dinsos Jabar), jika terbukti melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan penyandang disabilitas berusia 15 tahun di Cimahi.

"Tidak ada mau dia PNS, dia bukan PNS, selama dia manusia, melakukan kejahatan kepada sesama manusia, apapun status judul jabatannya, harus dihukum sesuai jenis pelanggarannya," kata gubernur yang akrab disapa Emil ini di Gedung Sate, Rabu (19/6/2019).

Apalagi, katanya, jika ada ASN atau PNS dari Pemprov Jabar yang terbukti melakukan pelecehan kepada orang lain. Namun terlebih dulu, katanya, dirinya akan mendalami kasus yang baru didengarnya tersebut.

"Saya pastikan kalau itu betul, itu mencoreng nama baik kita sebagai pengayom masyarakat. Apalagi kalau korbannya disabilitas, yakni yang harus diberi ekstra perhatian. Masalah hukum ini kita tegakkan," katanya.

Dinsos Jabar Turut Bertanggungjawab Soal Pelecehan Seksual, Kasusnya Sudah Diketahui Kemensos

Sebelumnya diberitakan, seorang anak perempuan penyandang disabilitas berusia 15 tahun diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum Pekerja Sosial (Peksos) di Dinas Sosial Pemrov Jabar yang berinisial SR (50).

Anak asal Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, itu mengalami kejadian tersebut saat mengikuti pelatihan keterampilan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (BRSPD) Dinsos Jabar pada Mei 2019 lalu, tepatnya saat awal Bulan Ramadan.

Ibu Asuh korban YR, mengatakan, kejadian tersebut diketahui, setelah korban menceritakan pelecehan seksual itu saat dijemput dari tempat pelatihan oleh ibu kandungnya karena saat itu akan libur Lebaran.

"Kemungkinan kejadian pelecehan seksual itu saat pelatihan, pelakunya diduga Peksos Dinsos Jabar. Sebelum dia cerita, ibu kandungnya curiga dengan sikap korban yang tampak tertekan," ujarnya saat ditemui di salah satu panti asuhan di Kota Cimahi, Senin (17/6/2019).

Kecurigaannya semakin bertambah setelah ibu kandungnya melihat isi percakapan di ponsel korban dengan pelaku yang terus memberikan perhatian lebih termasuk selalu mengiming-imingi makanan mahal.

Halaman
123
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved