200 Hektare Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan, Padi Terancam Puso

200 hektare sawah yang terancam kekeringan tersebut katanya berada di lokasi yang jauh dari sumber air dan jauh dari saluran irigasi

200 Hektare Sawah di Ciamis Terancam Kekeringan, Padi Terancam Puso
Tribun Jabar/ Siti Masithoh
Ilustrasi-- Seluas 200 hektare sawah di Ciamis terancam kekeringan pada musim kemarau ini. Padi pun terancam puso 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Andri M Dani

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS– Seluas 200 hektare sawah di Ciamis terancam kekeringan pada musim kemarau ini.

Bila dalam dua minggu ke depan tidak turun hujan, hampir dipastikan ratusan hektare sawah berisi tanaman padi usia di bawah 2 bulan tersebut terancam puso.

“Ada sekitar 200 hektare yang saat ini terancam kekeringan, Tersebar di Kecamatan Banjaranyar, Banjarsari dan Kecamatan Ciamis. Rata-rata berisi tanaman padi usia di bawah 2 bulan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Ciamis, Ir Hj Kustini MP kepada Tribun Selasa (18/6/2019).

Sekitar 200 hektare sawah yang terancam kekeringan tersebut katanya berada di lokasi yang jauh dari sumber air dan jauh dari saluran irigasi sehingga tidak bisa dilakukan upaya penyelamatan dengan gilir giring (pembagian jatah pengaliran air irigasi) atau pompanisasi.

Harapan terakhir hanyalah turunnya hujan untuk selamat dari ancaman puso (gagal panen).

5 Bom Aktif yang Ditemukan di Jalan Sukalila Cirebon Akhir Pekan Lalu Ternyata Jenis Bom Ini

Sepeda Motor Ditubruk Truk di Ciamis, 3 Orang Tewas Termasuk Seorang Balita

Di daerah tertentu yang masih punya potensi sumber air seperti Lakbok, upaya penyelamatan sawah petani dilakukan pakai sistem gilir giring dan pompanisasi.

Sawah-sawah yang gagal olah (habis panen sempat diolah tapi tidak bisa ditanami karena kekurangan air/kekeringan) katanya harus dilakukan penggantian komoditas.

Lahan itu diharapkan tak dipaksakan menanam padi melainkan diganti dengan tanaman yang tidak butuh air banyak seperti palawija.

Memasuki musim kemarau ini selain munculnya ancaman kekeringan, juga terjadi serangan organism pengganggu tanaman (OPT)/hama seperti hama wereng coklat (WBC).

Di Pamarican, misalnya, seluas 2 hektare sawah kena serangan hama wereng coklat. Di Kecamatan Cidolog luas sawah yang terkena serangan ringan hama wereng coklat seluas 5 hektare. Serangan hama wereng tersebut sudah dapat diatasi petani secara mandiri.   
 

Penulis: Andri M Dani
Editor: Tarsisius Sutomonaio
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved